RADARCIREBON.TV – Musim 2025/26 berjalan penuh tantangan bagi salah satu klub terbesar di Italia, Juventus. Dalam beberapa pekan terakhir, tim berjuluk Bianconeri terperosok ke dalam bentuk permainan yang kurang maksimal, sehingga belum meraih kemenangan dalam 5 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi—termasuk Serie A dan Coppa Italia. Tren negatif ini memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter serta analis sepak bola, menilai bahwa performa Juventus saat ini berada di titik yang mengkhawatirkan.
Awal dari rentetan tanpa kemenangan ini dimulai setelah hasil imbang dan kekalahan yang membuat Juventus gagal menutup pertandingan dengan tiga poin. Dalam beberapa laga tersebut, Juve menunjukkan inkonsistensi dalam penguasaan bola, kesulitan menciptakan peluang jelas, serta rentan kebobolan di fase akhir pertandingan. Analisis statistik menunjukkan bahwa pertahanan tim mulai kehilangan stabilitas yang selama ini menjadi ciri khasnya dalam beberapa musim terakhir.
Salah satu poin sorotan utama adalah performa lini tengah yang kerap kesulitan mengontrol ritme permainan. Juventus, yang dulu dikenal dengan dominasi ball-possession dan transisi cepat, kini tampak menemui kesulitan dalam mempertahankan penguasaan bola di area vital. Ini bukan hanya soal kualitas individu para pemain, tetapi juga menyangkut koordinasi tim secara keseluruhan dalam fase build-up dan fase pertahanan.
Baca Juga:Dimarco Tampil Gemilang, Ini Rating Pemain Inter Milan vs Lecce di Serie A 2025/26Insiden Memprihatinkan di Persijap vs Persebaya: Begini Kondisi Rahmat Hidayat Saat Ini
Lini depan juga menjadi sumber kritik. Juventus sering tampak kehilangan ketajaman di depan gawang, meski menciptakan beberapa peluang. Jumlah gol yang lahir dalam lima pertandingan terakhir jauh berada di bawah standar performa Juve di awal musim. Penyelesaian akhir yang tidak konsisten serta keputusan di lini serang menjadi faktor penting dalam kegagalan klub meraih kemenangan dalam beberapa laga terakhir.
Masalah lain yang kerap disebut dalam ulasan analis adalah kebugaran pemain dan rotasi skuad yang masih belum optimal. Jadwal pertandingan yang padat di tengah persaingan liga dan kompetisi domestik membuat beberapa pemain inti Juventus menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Alhasil, kecepatan dan intensitas permainan yang diharapkan dari tim besar sering kali memudar di paruh babak kedua.
Selain itu, keputusan taktik yang diambil oleh pelatih — termasuk susunan pemain dan perubahan strategi sepanjang pertandingan — juga menuai kontroversi. Beberapa pengamat menilai bahwa Juventus membutuhkan pendekatan taktik yang lebih adaptif, terutama ketika menghadapi tim-tim papan tengah dan tim yang kerap bertahan rapat. Tekanan kompetitif di Serie A membuat setiap kelemahan taktis kerap dieksploitasi oleh lawan.
