Juventus Terpuruk Usai Kalah dari Musuh Sejati: Luciano Spalletti Buka Suara

Juventus
foto: Juventus
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menyadari adanya masalah serius yang dihadapi oleh timnya. Setelah mengalami kekalahan 0-2 dari Como di Turin pada hari Sabtu lalu, ia berpendapat bahwa tantangan utama bagi Bianconeri bukan hanya ada pada lawan, tetapi justru dari dalam diri mereka sendiri.“Musuh sejati bagi Juventus kali ini adalah diri kami sendiri,” ungkap Spalletti

“Semua ini berkaitan dengan tingkat kepercayaan diri,” tambahnya.

Kekalahan tersebut memperpanjang hasil buruk yang diterima Juventus. Dari lima pertandingan terakhir yang mereka jalani, hanya satu yang berakhir imbang. Kinerja mereka yang sebelumnya menunjukkan potensi positif, kini kembali menurun.

Berbeda dari kekalahan terhadap Inter dan Galatasaray yang diwarnai kartu merah, kali ini tidak ada alasan sejenis. Kesalahan di sektor pertahanan serta lemahnya penjagaan gawang membuat Juventus tertekan.

Baca Juga:Nonton Gratis Live Streaming Jadwal Bulu Tangkis BWF pada Febuari 2026Update Klasemen dan Struktur Turnamen Bulu Tangkis BWF 2025/2026

Mergim Vojvoda dan Maxence Caqueret mengambil keuntungan dari kelengahan tersebut untuk membawa Como meraih kemenangan 2-0.

Spalletti mengakui bahwa gol pertama memiliki pengaruh besar pada jalannya pertandingan.

“Kinerja kami juga terkena dampak dari gol pembuka itu, karena momen-momen seperti ini memang dapat mengubah segalanya,” ujarnya.

“Kami berusaha untuk kembali ke dalam pertandingan dengan menekan secara individu, tetapi kualitas serta penguasaan bola mereka memaksa kami untuk terus mengejar,” tambahnya lagi.

Kekalahan dari Como juga menandai kali ke-13 bagi Juventus di Serie A musim ini yang kebobolan dari tembakan tepat sasaran pertama lawan. Kiper Michele Di Gregorio kembali menjadi perhatian usai gagal membaca arah tembakan di tiang dekat.

Akan tetapi, Spalletti menolak untuk menyalahkan satu orang saja.“Di Gregorio tidak memikul tanggung jawab lebih dari pemain lainnya. Dia melakukan kesalahan, seperti halnya back-pass yang lalai dalam proses awal itu adalah kesalahan. Semua pemain seharusnya bisa bertahan lebih baik dalam situasi itu dan tidak kehilangan bola dengan begitu mudah. Tanggung jawab harus selalu dibagi,” kata pelatih berusia 66 tahun tersebut.

Dalam pertandingan ini, Juventus tidak diperkuat Pierre Kalulu yang sedang menjalani skorsing, meskipun mereka telah mengajukan banding terhadap kartu kuning keduanya saat melawan Inter, yang berawal dari dugaan simulasi Alessandro Bastoni.

0 Komentar