RADARCIREBON.TV – Tren positif Persebaya Surabaya bersama Bernardo Tavares terhenti sudah.
Usai beberapa pertandingan tampil impresif dan menuai hasil positif, tim berjulukan Bajul Ijo itu harus menerima kenyataan pahit lantaran gagal mempertahankan laju positif mereka.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tak menutup mata dengan hasil buruk tim yang diasuhnya.
Baca Juga:Zona Degradasi Bergolak, Beberapa Tim Terancam Angkat Koper dari BRI Super LeagueAksi Impresif di Race 2 Australia Antar Aldi Satya Mahendra ke Top 5 WorldSSP 2026
Pelatih asal Portugal tersebut secara terbuka mengidentifikasi beberapa kekurangan yang masih berada di tubuh skuadnya.
Persebaya Surabaya menelan kekalahan dua pertandingan secara beruntun melawan Bhayangkara Presisi Lampung dan Persijap Jepara.
Bajul Ijo kalah tipis dengan skor 1-2 di markas Bhayangkara FC pada 14 Februari 2026. Sedangkan Bajul Ijo dipermalukan dengan skor 1-3 ketika laga tandang Persijap Jepara pada 21 Februari lalu.
Dua kekalahan itu pun otomatis memutus tren positif Persebaya Surabaya bersama sosok pelatih baru.
Bernardo Tavares sempat mengantar Persebaya Surabaya menang tiga pertandingan secara beruntun. Lalu ditahan imbang menghadapi Dewa United, kemudian menang lagi atas Bali United.
Di samping itu, Persebaya Surabaya akhirnya harus takluk oleh Bhayangkara FC dan Persijap Jepara.
Dua kekalahan itu membuat Persebaya Surabaya masih tertahan di peringkat ke-5 dengan 35 poin, sekaligus gagal membuat selisih poin dari Malut United di tempat ke-4 dengan 41 angka.
Baca Juga:Arbeloa Mulai Diragukan Usai Real Madrid Dipecundangi OsasunaPeter Cklamovski Desak 7 Pemain Naturalisasi Bermasalah Kembali ke Timnas Malaysia, AFC Pasang Badan
“Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set-piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut,” papar Bernardo Tavares.
“(Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas,” lanjutnya.
Bernardo Tavares mengaku dia harus memulai ulang tugasnya untuk membentuk skuad yang kuat. Karena, klub raksasa Persebaya selalu dituntut untuk berkompetisi di papan atas.
Hal itu jelas bukan tugas mudah, apalagi Bernardo Tavares datang di tengah kompetisi, dan langsung bertugas memperbaiki performa tim yang inkonsisten ketika masih diasuh Eduardo Perez.
“Sekarang waktunya melihat ke depan, bersiap untuk laga berikutnya, dan kembali mencoba meraih kemenangan,” imbuh Bernardo Tavares.
