RADARCIREBON.TV – Menjalani kompetisi BRI Super League 2025/26 di tengah bulan Ramadan membawa tantangan tersendiri bagi klub besar seperti Persib Bandung. Jadwal pertandingan yang harus disesuaikan dengan waktu berbuka puasa membuat tim harus mengubah pola latihan agar performa tetap optimal saat pertandingan berlangsung. Meski begitu, Persib memastikan bahwa kondisi fisik dan mental skuad tetap terjaga secara profesional menjelang sejumlah laga penting di musim ini.
Pelatih Bojan Hodak mengatakan bahwa perubahan hanya terjadi dari segi waktu, bukan materi latihan. Selama bulan puasa, sesi latihan digeser dari pagi atau sore ke malam hari setelah para pemain berbuka puasa, sehingga mereka bisa berlatih dengan kondisi energi yang lebih baik. Menurut Hodak, rutinitas ini sudah direncanakan matang dan tidak akan mengubah intensitas latihan yang selama ini diterapkan karena tetap berada di tingkat yang sama seperti sebelum bulan suci.
Pendekatan ini sebenarnya sudah menjadi strategi yang dijalankan Hodak selama beberapa musim terakhir, terutama saat menangani tim di kawasan Asia Tenggara. Dengan memulai latihan malam, para pemain punya waktu untuk beristirahat lebih lama di pagi hari, bisa makan dan beradaptasi dengan puasa tanpa mengurangi jumlah beban latihan yang diperlukan untuk menjaga kebugaran mereka di kompetisi domestik.
Baca Juga:Man City vs Newcastle: Tantangan Bertahan Dalam Perebutan Gelar di EtihadPSG Akhiri Hubungan dengan Kylian Mbappé
Selain strategi pelatih, kapten Federico Barba juga menyatakan bahwa perubahan jadwal latihan dan pertandingan yang dimulai lebih larut bukan masalah besar. Barba, yang baru pertama kali merasakan jadwal pertandingan malam di Indonesia pada bulan Ramadan, menilai itu bukan hambatan berarti sebab pengalaman bermain di waktu serupa sudah pernah ia alami. Ia dan rekan-rekannya hanya perlu waktu singkat untuk menyesuaikan diri dengan ritme baru ini.
Baginya, fokus utama tim adalah memaksimalkan setiap sesi latihan agar siap menghadapi lawan selanjutnya. Pertandingan mendatang, seperti melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), menjadi momentum penting bagi Persib untuk kembali meraih hasil positif setelah tersingkir dari ajang Asia di AFC Champions League Two 2025/26. Barba menekankan bahwa seluruh pemain harus bersatu dan tetap kompak demi target tim di liga domestik.
