Selain aspek latihan, adaptasi terhadap jadwal Ramadan juga mencakup penyesuaian gaya hidup pemain. Mereka kini lebih banyak istirahat di pagi hari, melakukan ibadah puasa tanpa mengganggu sesi latihan, serta berkumpul bersama tim saat latihan malam yang dimulai setelah buka puasa. Pengaturan ini menjadi solusi agar performa permainan tetap optimal tanpa mengurangi kebutuhan spiritual para pemain Muslim.
Meski waktu latihan bergeser, Bojan Hodak menegaskan bahwa program latihan tidak mengalami perubahan substansial. Latihan tetap dilakukan dengan intensitas tinggi yang diperlukan untuk menjaga kondisi fisik para pemain, dan jumlah jam latihan malam hari justru dirancang sedemikian rupa sehingga para pemain bisa pulih dengan baik menjelang pertandingan pekan berikutnya.
Upaya tim pelatih untuk mempertahankan kebugaran pemain sudah menunjukkan hasil positif dalam sesi latihan awal bulan Ramadan. Beberapa pemain seperti Marc Klok sudah kembali menjalani sesi latihan setelah cedera dan mulai berkontribusi dalam persiapan tim. Hal ini memberi optimisme bagi suporter bahwa Persib masih punya peluang besar di sisa laga BRI Super League, termasuk target untuk tetap berada di puncak klasemen.
Baca Juga:Man City vs Newcastle: Tantangan Bertahan Dalam Perebutan Gelar di EtihadPSG Akhiri Hubungan dengan Kylian Mbappé
Secara keseluruhan, Persib Bandung tampil adaptif dan profesional dalam menghadapi kompetisi besar sekaligus menjaga ritme latihan di bulan puasa, dengan strategi jam latihan yang disesuaikan namun kualitas latihan tetap terjaga serta fokus tim tak terganggu oleh perubahan jadwal liga.
