Sebuah mobil bekas pengeboran air tanah milik Balai Besar Wilayah Sungai yang sudah tidak lagi beroperasi, kini disulap menjadi menara unik Masjid Al-Muhtadiin. Kendaraan yang beroperasi sejak tahun 1987 sampai 2003 tersebut dijadikan monumen menara sekaligus ciri khas masjid pada tahun 2023.
Keberadaan menara unik yang menjadi ciri khas di Masjid Al-Muhtadiin milik Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, yang berada di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, banyak menarik perhatian jamaah dan masyarakat sekitar. Menara tersebut bukanlah bangunan biasa, melainkan mobil tua bekas yang dulunya digunakan untuk pengeboran air tanah dalam.
Menurut keterangan pengurus Wakil Ketua DKM, mobil tersebut merupakan kendaraan operasional pengeboran yang aktif sejak era 1987. Namun, sejak tahun 2003 kendaraan itu sudah tidak lagi digunakan karena mengalami kerusakan dan sudah tidak beroperasi.
Baca Juga:Shinta Nuriyah Wahid Buka Puasa Bersama Lintas Agama – VideoRuas Kuningan Losari Semakin Padat Dan Macet Saat Jam Sibuk – Video
Pada tahun 2023, Kepala BBWS berinisiatif memanfaatkan kendaraan tua yang sudah lama tidak terpakai tersebut menjadi monumen sekaligus menara masjid. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemanfaatan aset lama agar memiliki nilai estetika dan sejarah.
Masjid Al-Muhtadiin sendiri telah berdiri sejak lama. Awalnya hanya berupa musala kecil, seiring bertambahnya jumlah jamaah, bangunan masjid kemudian diperluas dan direnovasi secara bertahap. Masjid ini merupakan milik kantor BBWS, namun terbuka untuk umum dan dapat digunakan masyarakat sekitar untuk beribadah.
Wakil Ketua DKM menyampaikan bahwa keberadaan menara dari mobil bor tersebut kini menjadi ciri khas tersendiri bagi Masjid Al-Muhtadiin. Selain memperindah tampilan, monumen itu juga menjadi pengingat sejarah operasional BBWS di bidang sumber daya air.