Shayne Pattynama Puji Kedisiplinan Pemain Indonesia Saat Ramadan di BRI Super League

Shayne Pattynama
Foto: Instagram pribadi Shayne Pattynama.
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Shayne Pattynama, bek asing yang berkiprah di BRI Super League 2025/26, menyampaikan rasa kagumnya terhadap kedisiplinan dan profesionalisme para pemain Indonesia yang tetap menunjukkan performa konsisten meskipun sedang menjalani ibadah puasa Ramadan. Pemain asal Belanda itu menilai cara rekan-rekan setimnya menyeimbangkan antara kewajiban spiritual dan tuntutan kompetisi sepak bola profesional sangat mengesankan.

Pattynama mengungkapkan bahwa pengalaman berkompetisi di Indonesia saat Ramadan memberi kesan kuat baginya sejak awal. Ia melihat para pemain Indonesia menjalani jadwal latihan dan pertandingan dengan disiplin tinggi, meski mereka berpuasa dari sahur hingga berbuka. Pemain senior dan muda sama-sama menunjukkan komitmen tinggi untuk menjaga kebugaran dan fokus di setiap sesi latihan, baik di gym, lapangan, maupun saat pemulihan fisik.

“Bagi saya sebagai pemain asing, melihat bagaimana para pemain Indonesia tetap berdedikasi penuh selama bulan suci ini sungguh menginspirasi,” ujar Pattynama dalam sebuah sesi wawancara. Ia menambahkan bahwa tak mudah menyesuaikan diri dengan jadwal latihan yang dialihkan ke malam hari selama Ramadan, tetapi jauh dari mengeluh, para pemain justru menunjukkan kedisiplinan yang patut dicontoh.

Baca Juga:Perasaan João Pedro Usai Cetak Gol Tapi Chelsea Gagal Menang: Emosi Campur AdukJuventus Tanpa Kemenangan di 5 Laga Terakhir: Analisis Masalah Si Nyonya Tua

Di BRI Super League musim ini, banyak tim telah menyesuaikan jadwal latihan dan laga agar tidak berbenturan dengan waktu puasa. Latihan malam menjadi kebiasaan baru yang diterapkan mulai dari tactical session, high intensity drills, hingga pemulihan dengan sesi stretching dan ice bath setelah berbuka puasa. Pattynama memuji bahwa perubahan ini bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar diikuti dengan komitmen penuh oleh para pemain dari berbagai klub.

Lebih lanjut, bek yang juga pernah bermain di kompetisi Eropa ini menilai bahwa kedisiplinan bukan hanya soal waktu latihan, tetapi juga soal mental kuat di lapangan. Meski sebagian pemain merasakan tantangan fisik karena berpuasa, itu tidak terlihat dalam cara mereka bersaing di pertandingan. Para pemain Indonesia tetap agresif, cekatan dalam transisi, dan menjaga intensitas permainan sampai menit akhir pertandingan.

Faktor kunci lainnya adalah dukungan staf pelatih dan tim medis klub masing-masing. Mereka menerapkan manajemen beban kerja dengan cermat, memantau pemulihan fisik melalui alat pelacakan kebugaran modern, serta mengatur asupan nutrisi setelah berbuka puasa agar energi tetap terjaga. Hal ini membuat Pattynama yakin bahwa pemain Indonesia memiliki kesiapan teknis dan fisik yang seimbang, meskipun sedang berpuasa.

0 Komentar