Shayne Pattynama Puji Kedisiplinan Pemain Indonesia Saat Ramadan di BRI Super League

Shayne Pattynama
Foto: Instagram pribadi Shayne Pattynama.
0 Komentar

Pengalaman Pattynama ini juga mencerminkan adaptasi budaya dalam sepak bola Indonesia. Pemain asing sering dikejutkan oleh atmosfer pertandingan yang begitu hangat, dukungan fanatik penonton, serta ekspresi spiritual yang menyatu dengan kebutuhan kompetisi. Ramadan bukan halangan bagi pemain untuk tampil maksimal — justru menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai atlet profesional di liga yang dinamis ini.

Dalam pandangan Pattynama, puasa Ramadan memberi pelajaran tentang ketahanan mental, disiplin, dan rasa persatuan antar pemain. Ia merasa terhormat bisa bermain di negara dengan tradisi kuat seperti Indonesia dan memenangkan respek dari rekan-rekan setimnya yang tetap memprioritaskan profesionalisme tinggi dalam setiap pertandingan.

Sikap profesional itu terlihat jelas tidak hanya dalam latihan, tetapi juga di bawah tekanan pertandingan — ketika tim berusaha meraih poin penting di klasemen BRI Super League. Meski jadwal padat dan tantangan fisik terasa lebih berat karena puasa, Pattynama merasa bahwa atlet Indonesia punya karakter juang yang kuat, dan itu membuatnya semakin menghormati semangat sepak bola di Tanah Air.

Baca Juga:Perasaan João Pedro Usai Cetak Gol Tapi Chelsea Gagal Menang: Emosi Campur AdukJuventus Tanpa Kemenangan di 5 Laga Terakhir: Analisis Masalah Si Nyonya Tua

Pengakuan dari seorang pemain asing seperti Shayne Pattynama ini bukan hanya pujian semata, tetapi juga cerminan atas kualitas etos kerja para pemain Indonesia yang mampu menjaga performa dan kedisiplinan meski menjalani ibadah Ramadan secara penuh.

0 Komentar