Usai Kalah dari Como, Aspek Mental Para Pemain Juventus Jadi Sorotan!

Juventus
foto: Juventus
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menyadari adanya masalah serius yang dihadapi timnya. Setelah kekalahan 0-2 melawan Como di Turin pada Sabtu lalu, ia berpendapat bahwa isu utama Bianconeri bukan hanya terkait lawan di lapangan, tetapi lebih kepada diri mereka sendiri.

“Lawan sebenarnya yang dihadapi Juventus dalam situasi ini adalah diri kita sendiri,” ungkap Spalletti.

“Semua ini berkaitan dengan rasa percaya diri,” tambahnya.

“Musuh kami saat ini adalah diri kami sendiri. Apabila kami mampu menyelesaikan beberapa hal di aspek psikologis dan teknis, maka kami dapat menunjukkan potensi kami. Jika inilah standar kami, maka kekalahan akan terus terjadi dan kami tidak akan memiliki ambisi untuk mencapai hasil apa pun,” kata Spalletti.

Baca Juga:Nonton Gratis Live Streaming Jadwal Bulu Tangkis BWF pada Febuari 2026Update Klasemen dan Struktur Turnamen Bulu Tangkis BWF 2025/2026

Spalletti juga menyoroti bahwa timnya sering kali kebobolan gol terlebih dahulu di musim ini.

“Apabila Anda telah kebobolan gol pertama sebanyak 13 kali, dalam jangka waktu yang lama, Anda pasti akan merasakan dampaknya,” kata mantan pelatih Napoli itu.Ia menyebutkan ada waktu di mana Juventus bermain dengan semangat tinggi dan menunjukkan performa yang luar biasa. Namun ketika semangat itu hilang, rasa percaya diri pun turut lenyap.

“Terjadi masa di mana kami memiliki semangat dan beberapa performa yang sangat baik. Namun ketika semangat tersebut menghilang, begitu juga dengan kepercayaan diri, kesalahan yang dibuat jadi sangat berharga, dan di sisi psikologis sulit untuk bangkit,” terangnya.

“Begitulah pola pikir pemain bekerja, ada tekanan besar dari hasil-hasil terbaru, dan momen-momen seperti ini memiliki dampak yang signifikan,” lanjut mantan pelatih Timnas Italia itu.

Kekecewaan dari penggemar pun tak dapat ditahan. Siulan keras terdengar saat peluit akhir berbunyi, menunjukkan frustrasi terhadap kurangnya karakter yang ditampilkan oleh skuad saat ini.

Padahal, tantangan berat telah menanti di depan. Juventus harus berusaha membalikkan kekalahan 2-5 dari Galatasaray di leg kedua play-off Liga Champions minggu depan, sebelum melawat ke markas Roma dalam pekan ke-27 Serie A.

Spalletti mengulang pentingnya aspek mental sebagai kunci untuk bangkit kembali.“Semua ini berkaitan dengan kepercayaan diri, bahwa kami memiliki semua yang diperlukan. Kami pernah berhasil membangun keyakinan terhadap potensi kami, tetapi ketika kepercayaan diri dan otoritas itu menghilang. . . Saya mulai melihat umpan-umpan buruk yang biasanya tidak dilakukan oleh pemain saya. Itu bukan hal yang biasa, dan mereka merasa terjebak dalam situasi ini,” jelasnya.

0 Komentar