All England 2026: Fajar Alfian dan Tim Indonesia Berangkat Lebih Awal untuk Aklimatisasi

Fajar Alfian
Foto: Instagram pribadi Fajar Alfian.
0 Komentar

All England bukan hanya sekadar ajang perebutan gelar, tetapi juga menjadi tolok ukur bagi kemampuan, konsistensi, dan mental juara seorang atlet bulu tangkis. Dengan persaingan yang sangat ketat dan dihadiri para pemain terbaik dunia, pertandingan di setiap putaran menjadi kasta tinggi di mana kesalahan sekecil apa pun bisa berujung kekalahan. Tidak heran jika tim Indonesia menempatkan fokus besar pada proses acclimatization sebelum memasuki arena pertandingan.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sejarah prestasi yang kuat di All England. Pada edisi 2024, Indonesia meraih gelar di dua sektor berbeda — tunggal putra melalui Jonatan Christie dan ganda putra lewat pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Meski di All England 2025 tim hanya membawa pulang gelar runner-up, hal itu tetap menunjukkan potensi besar bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

Target Indonesia pada All England 2026 bukan sekadar hadir di turnamen, tetapi juga meraih setidaknya satu gelar juara setelah melalui persiapan matang. PBSI bahkan menargetkan minimal gelar juara dari salah satu sektor melalui atlet unggulan yang mereka turunkan. Untuk itu aklimatisasi, pengaturan beban latihan, serta kesiapan mental menjadi fokus utama dalam fase persiapan ini.

Baca Juga:Eliano Reijnders Bidik Trofi Juara BRI Super League Bersama Persib BandungArsenal Menang Telak 4-1 atas Tottenham Hotspur di Derby London Utara

Dengan strategi berangkat lebih awal dan melakukan aklimatisasi intensif, tim bulu tangkis Indonesia berharap dapat meraih performa terbaik dan menunjukkan kekuatan mereka di depan panggung bulu tangkis paling bergengsi di dunia — All England 2026.

0 Komentar