RADARCIREBON.TV – Perdebatan soal siapa yang paling pantas berdiri di bawah mistar Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026 kian memanas. Di satu sisi, ada nama Maarten Paes yang baru saja mencuri panggung bersama Ajax Amsterdam. Di sisi lain, Emil Audero datang dengan paket pengalaman dan statistik yang sulit diabaikan dari kerasnya Serie A.
Situasinya jelas dilematis. Jhon Herdman pun dikabarkan dilema dan bingung menentukan satunkiper yang akan jadi starter.
Paes sedang naik daun. Audero sedang berada di puncak konsistensi. Publik pun terbelah.
Baca Juga:Emil Audero vs Maarten Paes: Siapa Lebih Pantas Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026?Kiper Utama Cedera Parah, Maarten Paes Diprediksi Jadi Penjaga Gawang Utama Ajax
Maarten Paes tampil impresif dalam debutnya di lanjutan Eredivisie musim 2025/2026. Kiper 26 tahun itu menunjukkan refleks tajam dan ketenangan yang membuat Ajax tetap menjaga asa meski laga berakhir imbang. Ia membuktikan bahwa empat tahun merumput di MLS bersama FC Dallas tidak menggerus kualitasnya.
Namun jika berbicara tentang siapa yang lebih layak menjadi pilihan utama Garuda untuk FIFA Series 2026, ada empat alasan kuat yang membuat nama Emil Audero sedikit lebih unggul dalam pertimbangan teknis dan mental.
1. Jam Terbang di Level Elite Eropa
Audero bukan sekadar kiper yang “pernah” bermain di Eropa. Ia ditempa dalam atmosfer keras Serie A selama bertahun-tahun. Liga yang dikenal taktis, ketat, dan penuh striker kelas dunia. Setiap pekan ia menghadapi tekanan intens, dari duel bola mati hingga gempuran konstan tim papan atas.
Lingkungan seperti itu membentuk mental baja. Dalam konteks Timnas Indonesia yang berpotensi menghadapi lawan-lawan kuat Asia bahkan dunia, pengalaman menghadapi tekanan tinggi menjadi faktor krusial. Paes memang tampil menjanjikan, tetapi kontinuitas di level kompetisi tertinggi masih menjadi pembeda.
2. Pengakuan Resmi Performa Terkini
Audero tidak hanya mengandalkan reputasi lama. Ia baru saja masuk Best XI pekan ke-25 Serie A usai tampil gemilang saat US Cremonese menahan imbang Genoa CFC. Pengakuan ini bukan sekadar opini, melainkan validasi performa aktual.
Artinya, ia bukan kiper yang hidup dari masa lalu. Ia sedang berada dalam fase performa terbaiknya sekarang.
