RADARCIREBON.TV – Musim Moto2 2026 menjadi babak penting dalam perjalanan karier Mario Suryo Aji. Pebalap muda Indonesia itu kembali memperkuat IDEMITSU Honda Team Asia dan memasuki musim ketiganya di kelas menengah Kejuaraan Dunia Balap Motor. Dengan bekal pengalaman dua musim sebelumnya, Mario kini dituntut tampil lebih konsisten dan kompetitif di setiap seri.
Memasuki tahun ketiganya di Moto2, Mario tidak lagi berstatus sebagai pebalap debutan. Adaptasi terhadap karakter motor Triumph 765cc dan persaingan ketat di kelas ini sudah dilewatinya. Target realistis untuk 2026 adalah rutin finis di zona poin, bahkan mulai menembus posisi 10 besar.
Pada dua musim sebelumnya, Mario sempat menunjukkan progres, terutama dalam hal peningkatan catatan waktu kualifikasi dan daya saing di grup tengah. Namun, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Start yang kurang maksimal serta duel ketat di lap awal kerap memengaruhi hasil akhir balapan.
Baca Juga:Daftar Lengkap Starter Moto2 2026: Profil Tim, Rookie Menjanjikan, dan Pebalap Senior yang Siap BersaingPrediksi PSIM Yogyakarta vs Bali United: Duel Sengit Pekan Ke-22 BRI Super League
Jika melihat performa musim lalu, Mario beberapa kali mampu finis di zona poin meski belum stabil. Ia juga memperbaiki rata-rata posisi finis dibanding musim debutnya. Kecepatan satu lap saat kualifikasi menunjukkan peningkatan, tetapi menjaga ritme balap sepanjang 20 lebih lap masih menjadi tantangan utama.
Dari sisi teknis, komunikasi dengan kru tim menjadi faktor krusial. IDEMITSU Honda Team Asia terus melakukan pengembangan setelan motor agar lebih sesuai dengan gaya balap Mario yang agresif saat late braking. Evaluasi dari tes pramusim menunjukkan adanya kemajuan pada sektor akselerasi keluar tikungan.
Pada rangkaian tes pramusim, Mario terlihat lebih nyaman dengan setting motor terbaru. Catatan waktunya semakin mendekati rombongan depan, meski selisih dengan pebalap papan atas masih cukup tipis. Hal ini menjadi sinyal positif menjelang seri pembuka.
Persaingan Moto2 2026 sendiri diprediksi makin berat. Sejumlah pebalap senior tetap bertahan, sementara beberapa rookie berbakat dari Moto3 naik kelas dengan motivasi tinggi. Mario harus mampu memaksimalkan peluang di setiap sesi, mulai dari latihan bebas hingga balapan utama.
Untuk bisa bersaing secara reguler di 10 besar, Mario perlu meningkatkan konsistensi pace balap dan meminimalkan kesalahan kecil. Strategi manajemen ban dan pemilihan momen menyalip akan sangat menentukan hasil akhir.
