RADARCIREBON.TV – Real Madrid sejenak tampak menguasai jalannya musim ini. Setelah kehilangan tempat teratas di akhir 2025, mereka berhasil bangkit di bawah kepemimpinan Alvaro Arbeloa. Namun, kebangkitan itu tidak lama karena masalah konsistensi masih menjadi momok bagi tim.
Kemenangan berturut-turut di La Liga memunculkan rasa percaya diri di dalam tim. Akan tetapi, kepercayaan tersebut tanpa disertai konsistensi ternyata tidak kuat. Kekalahan 1-2 melawan Osasuna membuat Madrid terjatuh lagi, sementara Barcelona memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil posisi puncak.
Statistik menunjukkan bahwa Madrid bisa kembali ke puncak. Namun, mereka belum dapat membuktikan kemampuan untuk bertahan di posisinya.
Baca Juga:Update Terkini Klasemen La Liga 2025/2026: Barcelona Berhasil puncaki Klasemen, Usai Kemenangan dari LevanteMotoGP 2026: Daftar Lengkap Nama Para Pembalap dan Tim, Ayo dukung jagoanmu!
Musim ini menegaskan bahwa untuk meraih gelar juara diperlukan performa yang konsisten, bukan hanya momen-momen gemilang.
Real Madrid seringkali menunjukkan kemajuan yang singkat tetapi gagal mempertahankan performa tinggi dalam jangka panjang. Kemenangan besar tidak berarti jika diikuti oleh penurunan yang drastis.
Arbeloa kini menghadapi tantangan berat untuk menanamkan kestabilan baik di sektor serangan maupun pertahanan tim.
La Liga tahun ini membutuhkan ketahanan baik mental maupun fisik. Setiap kekalahan dapat menghancurkan semua usaha yang telah dilakukan selama berminggu-minggu.
Dalam konteks ini, menjaga posisi teratas menjadi lebih penting daripada sekadar mengembalikannya.
Real Madrid berhasil mempertahankan rekor tanpa kekalahan di La Liga. Ini memberi sedikit harapan bahwa mereka bisa menyembuhkan luka akibat bulan November yang buruk.
Para pemain mulai merasakan kembali rasa percaya diri, dan suasana di ruang ganti terlihat optimis.
Baca Juga:Daftar Lengkap Para Pembalap Moto3 musim ini, catat dan ayo dukung jagoanmu!Jadwal Lengkap dan Terbaru Moto3 2026, klik disini!
Namun, keadaan berubah dengan cepat. Kekalahan tipis di kandang Osasuna menandai kelemahan tim. Lima hari menjadi pemimpin terbukti terlalu singkat untuk membangun momentum yang solid.
Barcelona juga dengan cepat mengambil alih posisi, menunjukkan betapa ketatnya persaingan untuk gelar musim ini.
