Warga Perumahan Dawuan Regency, Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, kembali dibayangi potensi banjir.
Warga tuntut pihak terkait dapat segera melakukan normalisasi saluran dan pengerukan endapan.
Warga Perumahan Dawuan Regency, Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, kembali dibayangi potensi banjir. Dalam dua tahun terakhir terjadi berulang kali dan melumpuhkan aktivitas warga.
Baca Juga:Kades Suarakan Aspirasi Warga HHBK Getah Pinus – VideoBaut Tiang PJU Di Jalur Majalengka Indramayu Hilang – Video
Banjir terakhir terjadi pada Januari lalu dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter. Sedangkan pada Desember tahun sebelumnya, air bahkan sempat mencapai satu meter dan merendam hampir seluruh kawasan perumahan.
Ketua RT 04 RW 08, Panji Sutisna, menyebut banjir dipicu oleh luapan Sungai Cepagar yang menerima kiriman air dari Kuningan. Jika hujan deras terjadi di hulu dan di wilayah setempat, banjir hampir pasti terjadi.
Selain faktor kiriman air, warga menilai saluran pembuangan di bawah jalan kereta terlalu sempit dan semakin menyemit ke arah hilir. Kondisi ini menyebabkan air mengumpul dan meluap ke permukiman.
Warga juga menyoroti endapan dan sampah yang membuat saluran menjadi dangkal dan tidak lancar. Akibatnya, setiap banjir terjadi, aktivitas warga lumpuh total. Kendaraan diparkirkan di tempat yang lebih tinggi, termasuk di sekitar pertokoan.
Hingga kini, menurut warga, belum ada penanganan menyeluruh terkait pelebaran atau normalisasi saluran di titik kritis tersebut. Warga berharap Pemerintah Desa dan pihak terkait dapat segera melakukan normalisasi saluran dan pengerukan endapan, agar banjir tidak terus menjadi momok tahunan di Dawuan Regency.