RADARCIREBON.TV – Gol yang dicetak oleh Benjamin Sesko di Hill Dickinson Stadium kembali memicu diskusi di kalangan penggemar Manchester United. Penyerang asal Slovenia ini kembali berperan sebagai pemain pengganti yang sangat efektif, dan kemampuannya semakin sulit untuk diabaikan.
Pada pertandingan malam Senin itu, Sesko menghasilkan gol penentu dan mencatatkan total tiga gol dalam empat laga terakhirnya. Yang menarik, semua gol tersebut dia cetak saat ia dimasukkan dari bangku cadangan. Data ini semakin menegaskan posisinya sebagai penyelamat di saat-saat krusial.
Sejak Ruben Amorim pergi, kemampuan mencetak gol Sesko meningkat dengan pesat. Ia bahkan memiliki rasio satu gol setiap 46 menit setelah pergantian pelatih. Angka tersebut membuat biaya tinggi yang dibayarkan United musim panas lalu terasa sepadan.
Baca Juga:Kontribusi Trio ini Jadi Sorotan: Cunha, Mbeumo, Sesko, dan Lammens di Manchester UnitedHead to Head Leverkusen vs Olympiacos Rabu, 25 Februari 2026
Walaupun kontribusinya jelas, pelatih Michael Carrick belum sepenuhnya yakin untuk memberikannya tempat di tim inti. Lima dari total 16 poin yang diperoleh United di masa kepelatihan Carrick dicetak oleh Sesko saat ia bermain sebagai pengganti.
Wes Brown, legenda klub, berpendapat bahwa situasi ini tidaklah sederhana. Ia mengatakan bahwa menjadi ancaman besar dari bangku cadangan bukanlah hal yang negatif. Justru, dampak langsung yang bisa diberikan Sesko ketika masuk di menit ke-60 atau 65 menjadi keunggulan tersendiri.
“Jika tim selalu merespons positif setiap kali dia masuk, tentunya pelatih memiliki alasan untuk mempertahankan peran tersebut,” ucap Brown kepada media klub.
Pendapat yang serupa disampaikan oleh Gary Neville, yang memuji keputusan Carrick untuk memasukkan Sesko di paruh kedua pertandingan. Kehadiran penyerang yang murni dianggap mampu menghidupkan kembali struktur serangan United.
Namun, respon publik berbeda. Banyak penggemar percaya bahwa Sesko pantas berada di starting XI saat United menjamu Crystal Palace akhir pekan ini.
Satu masalah yang masih belum terpecahkan, baik di era Amorim maupun Carrick, adalah kesulitan untuk menembus pertahanan lawan yang padat. United seringkali kesulitan melawan tim yang menerapkan strategi bertahan dengan blok rendah.
Dalam beberapa laga terakhir, Carrick berusaha menempatkan Bryan Mbeumo sebagai ujung tombak. Namun, strategi tersebut kurang berhasil, terutama ketika ia harus bersaing di udara dengan bek-bek yang lebih besar. Selain itu, kurangnya pilihan di dalam kotak penalti membuat umpan silang United sering kali menjadi tidak efektif.
