×
RCTV live Streaming

Real Madrid Respon Kritik China, Permintaan Maaf Diterbitkan Setelah Meme Huijsen

Dean Huijsen
Foto: Instagram pribadi Dean Huijsen.
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Real Madrid dan bek muda mereka, Dean Huijsen, terlibat dalam kontroversi baru yang memicu reaksi keras dari penggemar di China setelah kejadian di media sosial. Insiden ini bermula ketika Huijsen, bek berusia 20 tahun yang baru bergabung dengan klub beberapa waktu lalu, me-repost konten di Instagram yang kemudian dianggap ofensif dan rasis oleh banyak netizen China dan Asia.

Unggahan tersebut menampilkan gambar seorang pria Asia disertai komentar dari pengguna internet yang menurut kalangan penggemar di China menyiratkan stereotip negatif tentang bentuk mata orang Asia. Screenshot dari postingan itu menyebar cepat setelah dihapus dari akun Huijsen, dan memicu gelombang kritik dari komunitas online China.

Menanggapi kemarahan ini, Real Madrid menerbitkan permintaan maaf resmi melalui akun resmi klub di platform sosial China Weibo, yang memiliki ratusan juta pengguna aktif bulanan. Permintaan maaf tersebut mencakup pernyataan yang dikaitkan dengan Huijsen, di mana sang pemain menyatakan bahwa reposting konten tersebut sepenuhnya tidak disengaja dan ia “sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada teman-teman China.” Kalimat permohonan maaf ini diposting dalam bahasa Mandarin untuk menargetkan langsung pemirsa yang tersinggung.

Baca Juga:Michael Carrick Puji Sesko: Striker MU Ini Bakal Menjadi Bintang BaruTampil 84 Menit, Calvin Verdonk Bawa Lille Hajar Angers di Ligue 1: Bukti Kekuatan Kolektif

Namun, langkah klub ini tidak sepenuhnya diterima dengan baik oleh semua pihak. Banyak penggemar Real Madrid di China mengkritik keputusan untuk mempublikasikan permintaan maaf hanya di Weibo, tanpa menyampaikan pesan serupa di platform internasional seperti Instagram atau X (sebelumnya Twitter). Para kritikus bahkan meminta adanya pernyataan atau video permintaan maaf yang lebih luas, agar menunjukkan rasa tanggung jawab yang lebih besar dari klub atas insiden tersebut.

Beberapa komentar yang sebelumnya muncul dalam screenshot yang memicu kontroversi itu mencerminkan stereotip yang sensitif terhadap isu rasisme, termasuk frasa yang dikritik karena merujuk pada bentuk fisik orang Asia. Unggahan itu sendiri sudah dihapus oleh Huijsen tak lama setelah protes bermunculan, tetapi dampaknya tetap terasa di kalangan supporter yang merasa perlu mendapatkan penjelasan lebih dari pihak klub dan pemain.

0 Komentar