×
RCTV live Streaming

Vincent van Gastel Kritik Kelemahan PSIM Usai Skor Imbang 3–3 vs Bali United

Vincent van Gastel
Pelatih PSIM Yogyakarta. Foto: Instagram resmi PSIM Yogyakarta.
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – PSIM Yogyakarta membuat pertandingan pekan terbaru BRI Super League 2026 menjadi penuh drama setelah bangkit dari ketertinggalan untuk bermain imbang 3–3 melawan Bali United dalam laga yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Pertandingan ini berlangsung panas sejak peluit awal dan menyajikan enam gol yang membuat kedua tim saling kejar mencetak angka, serta menunjukkan karakter dan mentalitas juara dari tim tuan rumah.

Bali United yang merupakan klub dengan pengalaman kompetitif lebih matang di kasta atas sempat memimpin di awal pertandingan. Mereka membuka keunggulan berkat permainan cepat dan pemanfaatan peluang yang efektif, membuat PSIM harus bekerja keras untuk kembali ke permainan. Namun, anak asuh Dejan Antonic tidak menyerah dan menampilkan mental juang tinggi setelah tertinggal. Berkat tekanan yang konsisten dan adaptasi taktik, PSIM berhasil membalas lewat serangkaian gol yang memaksa skor akhir menjadi 3–3 — menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapi tim besar seperti Bali United.

Usai laga, pelatih PSIM Vincent van Gastel (disebut juga dalam sejumlah sumber sebagai pelatih klub) mengakui bahwa meskipun hasil imbang adalah pencapaian positif, timnya masih menyisakan sejumlah kelemahan yang perlu diperbaiki. Dia menyebut bahwa meski semangat juang pemain patut diacungi jempol, organisasi pertahanan dan transisi dari menyerang ke bertahan masih perlu dibenahi. Van Gastel menyoroti bahwa ketidakteraturan lini belakang saat kehilangan bola membuat tim tertekan pada beberapa momen kritis, sehingga Bali United mampu memanfaatkan ruang dan unggul lebih dulu di babak pertama.

Baca Juga:Hasil Super League: PSIM Yogyakarta Tahan Imbang Bali United 3-3 lewat Comeback DramatisDominasi Persib Bandung di BRI Super League 2025/26: 11 Kemenangan Kandang dan Rekor Gol 17-1

Pelatih PSIM juga menyampaikan bahwa timnya masih dalam proses konsolidasi pola permainan karena ini adalah musim yang berat dengan jadwal padat dan lawan-lawan kuat di liga domestik. Menurutnya, para pemain harus meningkatkan konsistensi menyeluruh, terutama dalam penguasaan bola dan pemantauan situasi saat bertahan, jika target kemenangan ingin diraih di laga-laga berikutnya. Meski demikian, comeback mereka di laga ini menjadi bukti bahwa mental tim Yogyakarta tetap kuat meskipun situasi berubah tidak menguntungkan.

Sementara itu, dari kubu Bali United sendiri, pelatih juga menyampaikan apresiasi atas usaha PSIM yang mampu bangkit dari posisi tertinggal. Menurutnya, timnya sempat kesulitan meredam tekanan di fase akhir babak kedua, meskipun mereka mampu membuka peluang terlebih dahulu dan mendapatkan gol penentu di awal laga. Ini menunjukkan bahwa PSIM tidak hanya bermain bertahan, tetapi juga aktif menciptakan peluang ofensif yang susah diprediksi, terutama di sektor sayap lapangan.

0 Komentar