RADARCIREBON.TV – Persija Jakarta benar-benar datang ke Ternate bukan sekadar untuk bertanding, tetapi untuk berperang. Di Stadion Gelora Kie Raha, markas angker Malut United, Selasa (24/2) malam WIB, Si Macan Kemayoran menuliskan babak baru dalam perburuan takhta Super League. Kemenangan dramatis 3-2 itu bukan hanya soal tiga poin ini tentang supremasi, mental juara, dan pesan keras kepada para rival.
Malut United sebelumnya menjelma benteng kokoh. Dua raksasa papan atas, Persib Bandung dan Borneo FC, datang dengan ambisi, tetapi pulang dengan kepala tertunduk. Stadion Gelora Kie Raha seolah menjadi ladang ranjau bagi para penantang. Namun Persija berbeda. Mereka datang dengan nyali, strategi, dan tekad baja.
Sejak peluit awal berbunyi, aroma duel perebutan takhta terasa kental. Malut United menyerang dengan agresivitas tuan rumah yang tak ingin dipermalukan. Namun Persija menjawab dengan determinasi seorang penakluk. Gol demi gol tercipta dalam tensi tinggi, adu taktik, adu fisik, dan adu mental. Skor 3-2 untuk Persija menjadi bukti bahwa Macan Kemayoran tak gentar di medan paling berbahaya sekalipun.
Baca Juga:Pemain Darah Biru Malut Cetak Gol, Persija Tempel Ketat PersibDaftar Klasemen Liga 1 Indonesia 2026: Persib Unggul Tipis dari Borneo dan Persija
Kemenangan ini terasa semakin heroik karena Persija harus menuntaskan laga dengan sepuluh pemain. Aditya Warman menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90, memaksa tim bertahan mati-matian di detik-detik akhir. Dalam kondisi tertekan, lini belakang Persija berdiri laksana benteng terakhir sebuah kerajaan yang diserbu. Mereka bertahan dengan segenap tenaga, menahan gelombang serangan Malut United yang berusaha menyamakan kedudukan.
Saat peluit panjang berbunyi, kemenangan itu terasa seperti deklarasi perang yang dimenangkan. Persija bukan hanya tim tamu yang mencuri poin mereka adalah satu-satunya kekuatan yang mampu menaklukkan Malut United di kandangnya musim ini. Fakta itu menjadikan kemenangan ini sarat makna. Di saat Persib dan Borneo FC gagal membawa pulang angka, Persija justru keluar sebagai penakluk.
Rentetan tiga kemenangan beruntun setelah kekalahan dari Arema FC di pekan ke-20 menunjukkan mental kebangkitan yang luar biasa. Bali United, PSM Makassar, hingga Malut United menjadi korban kebangkitan sang Macan. Momentum ini ibarat pasukan yang menemukan kembali kepercayaan diri untuk merebut singgasana.
