×
RCTV live Streaming

Mengenal Salah Satu Masjid Tertua Di Indramayu – Video

Mengenal Salah Satu Masjid Tertua Di Indramayu
0 Komentar

Sejarah awal berdirinya Masjid Baiturrahmah di Kabupaten Indramayu belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan berbarengan dengan berdirinya Kabupaten Indramayu. Minimnya catatan tertulis membuat informasi yang beredar hanya berdasarkan cerita turun-temurun dari generasi sebelumnya.

Dari banyaknya masjid di Indramayu, terdapat salah satu masjid tertua kedua yaitu Masjid Baiturrahmah, yang berada di Kelurahan Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan cerita turun-temurun, masjid ini diduga telah berdiri sejak era awal berdirinya Kabupaten Indramayu, sekitar abad ke-16. Namun, tidak ada data pasti mengenai tahun pembangunan maupun siapa pendirinya.

Baca Juga:Hilman Jabat Kepala DPRKP – VideoVaksinasi Meningitis Dan Influenza untuk Calon Jamaah Haji – Video

Menurut keterangan pengurus masjid, informasi yang berkembang hanya berasal dari cerita turun-temurun. Bahkan dalam sebuah piagam lama disebutkan angka 1527 Masehi, namun belum dapat dipastikan kebenaran dan maknanya.

Terdapat pula gambar lama yang memperlihatkan lima sosok diduga orang Belanda beserta pribumi di sekitar masjid, menandakan bangunan ini telah ada sejak masa kolonial. Sayangnya, kondisi masjid saat ini sudah mengalami banyak perubahan akibat renovasi.

Masjid ini tercatat pernah masuk dalam kategori cagar budaya yang terhubung dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya di Serang. Bahkan, kompleks masjid dan makam leluhur di belakangnya sempat diusulkan sebagai satu kesatuan situs bersejarah.

Pengurus menyebut, masjid ini telah direnovasi sebanyak enam kali, sejak tahun 1775, 1813, 1883, 1927, 1956, dan 1986, karena jumlah jamaah yang semakin bertambah, dan terdapat pula penambahan bagian bangunan, seperti penambahan menara, tempat wudhu, serta perluasan area depan masjid.

Selain itu, di area masjid terdapat juga sumur pengantin yang dikeramatkan oleh warga sekitar. Berdasarkan informasi, sumur tersebut sudah berumur berbarengan dengan masjid dan tidak pernah surut bahkan pada musim kemarau.

Meski tampilan luar telah berubah, bagian asli bangunan masih tersimpan di dalam, yakni saka atau tiang penyangga utama yang masih menggunakan kayu lama, hanya dilapisi ulang tanpa menghilangkan struktur aslinya.

Keberadaan saka dan sumur tersebut menjadi saksi bisu perjalanan panjang Masjid Baiturrahmah, yang hingga kini tetap menjadi pusat kegiatan ibadah dan sejarah masyarakat Indramayu.

0 Komentar