×
RCTV live Streaming

PSIM Yogyakarta Mandek di 5 Laga Tanpa Kemenangan, Jean-Paul van Gastel Angkat Suara 

PSIM Yogyakarta
PSIM Yogyakarta tanpa kemenangan dalam 5 laga beruntun. Foto: Instagram PSIM / tangkapan layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Rekor buruk tanpa kemenangan PSIM Yogyakarta pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026 terus bergulir.

Terupdate, Laskar Mataram harus puas berbagi angka ketika menerima tantangan Bali United dalam pekan ke-22 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Senin (23/2/2026) malam WIB, dengan skor 3-3.

Sebelumnya, skuad Laskar Mataram menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya (0-3) serta Borneo FC (1-2). Mereka juga berakhir imbang saat menghadapi Persis Solo (0-0) dan Persik Kediri (2-2).

Baca Juga:Alex Martins Panaskan Persaingan Top Skor BRI Super League, Maxwell Souza TerancamPrediksi Persebaya Surabaya vs PSM Makassar: Laga Penentu Nasib di Tengah Tren Negatif

“Memang kami tidak menang dalam lima pertandingan, tapi saya pikir mudah untuk mengatakan di mana masalahnya karena setiap pertandingan memiliki konteks yang berbeda,” kata pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel.

“Pertandingan lawan Persik tim bermain bagus dan saya pikir imbang adalah hasil maksimal bagi kami. Lawan Bali United juga pertandingan berbeda,” jelas pelatih asal Belanda tersebut.

“Namun, saya rasa kita harus realistis bahwa target utama kita adalah tidak terdegradasi dan tetap berada di posisi yang aman di klasemen,” sambungnya.

Eks pelatih NAC Breda itu mengaku banyak yang harus dibenahi, khusunya beberapa persoalan struktural yang menjadi tanggung jawabnya.

“Saya pikir tim saya sudah tampil cukup baik. Meskipun kami memiliki beberapa masalah struktural, tetapi itu tugas saya untuk memperbaikinya,” jelasnya.

“Secara keseluruhan saya puas, tapi kami butuh kemenangan agar ke depannya bisa bermain dengan lebih tenang,” paparnya.

PSIM masih berada di peringkat ketujuh klasemen sementara BRI Super League dengan 33 poin dari 22 laga.

Baca Juga:Perang Harga Diri di BRI Super League: Persebaya Surabaya dan PSM Makassar Sama-Sama Terpuruk Prediksi Real Madrid Vs Benfica: Los Blancos Dihantui Kebangkitan Wakil Portugal

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menyoroti dinamika bursa transfer paruh musim. Van Gastel menyadari banyak klub merombak skuad dan mendatangkan pemain baru untuk memperkukuh tim.

“Pada bursa transfer banyak tim mendatangkan pemain baru dan saya tidak menjadikan ini sebagai alasan karena saya tahu tidak ada anggaran untuk mendatangkan pemain, tetapi manajemen tetap mendatangkan Jop,” katanya.

Bek asal Belanda Jop van der Avert menjadi satu-satunya rekrutan anyar Laskar Mataram pada bursa transfer paruh musim. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat sektor pertahanan PSIM.

“Saya sangat berterima kasih untuk hal itu, tetapi Anda bisa melihat lawan-lawan menjadi lebih kuat karena adanya tambahan pemain baru dan kami harus menghadapi hal tersebut. Sejauh ini, saya tidak akan mengatakan kami kesulitan tapi memang sulit bagi kami untuk menang,” imbuhnya.

0 Komentar