RADARCIREBON.TV – Hukuman berat menghantam Bali United setelah insiden ricuh yang mencoreng jalannya pertandingan liga. Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi tegas berupa dua pertandingan kandang tanpa penonton serta denda finansial yang mencapai Rp 380 juta.
Keputusan tersebut merupakan buntut kerusuhan saat laga Bali United menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (15/2). Pertandingan ternoda oleh aksi penyalaan flare, kembang api, petasan, serta pelemparan botol dan kursi ke arah lapangan oleh oknum suporter.
Media Officer Bali United, Alexander Mahaputra, membenarkan bahwa klub telah menerima surat keputusan resmi dari Komdis PSSI. Ia menjelaskan bahwa hukuman tersebut merujuk pada dua pertandingan berbeda.
Baca Juga:PSBS masih terjebak di posisi bawah klasemen BRI Super League 2025/2026: Ruyery Blanco Punya Ambisi BesarJadwal Pekan ke-23 BRI Super League: Persib Bandung Hadapi Madura United, Adu Gengsi di Kamis Malam
“Ada empat surat keputusan dari Komdis berdasarkan match Persebaya dan Persija. Jika ditotal jumlah denda memang sesuai angka tersebut dan dua laga home match tanpa penonton,” ujar Alex pada Rabu (25/2/2026).
Pengumuman sanksi juga disampaikan klub melalui akun Instagram resmi pada Selasa (24/2). Dua pertandingan kandang yang harus digelar tanpa penonton adalah saat Bali United menjamu Persijap Jepara dan PSBS Biak.
Total denda Rp 380 juta terdiri dari beberapa pelanggaran. Sebesar Rp 60 juta dijatuhkan akibat penyalaan flare saat pertandingan melawan Persebaya Surabaya. Sementara Rp 320 juta lainnya merupakan konsekuensi dari kericuhan dalam laga kontra Persija.
Dalam pertandingan tersebut, suporter menyalakan sedikitnya 15 flare dan kembang api, disertai lemparan botol air minum serta kursi ke dalam lapangan. Insiden memuncak beberapa menit sebelum waktu normal berakhir. Awalnya satu flare menyala di tribun utara, lalu disusul nyala flare lain di tribun utara dan tribun timur sayap selatan. Ledakan petasan dan kembang api pun terdengar di seluruh area stadion.
Situasi semakin memanas ketika penonton mulai melempar botol dan kursi ke lapangan. Bahkan, seorang panitia pelaksana dilaporkan terkena lemparan kursi, menambah daftar pelanggaran serius dalam insiden tersebut.
Akibat hukuman ini, Bali United harus menjalani laga kandang dalam suasana sunyi tanpa dukungan langsung suporter. Pertandingan melawan Persijap Jepara pada Sabtu (28/2/2026) serta duel menghadapi PSBS Biak pada 6 April mendatang akan berlangsung tanpa kehadiran penonton.
