RADARCIREBON.TV – Atmosfer panas dipastikan menyelimuti pekan ke-23 BRI Super League musim 2025/2026 saat PSBS Biak berhadapan dengan PSIM Yogyakarta. Duel krusial ini akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (27/2/2026) pukul 20.30 WIB.
Bagi PSBS Biak, ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah pertaruhan harga diri sekaligus perjuangan keluar dari bayang-bayang degradasi yang kian menghantui. Hingga pekan ke-22, skuad berjuluk Badai Pasifik itu masih tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 18 poin. Dari 22 laga, mereka hanya mampu meraih empat kemenangan, enam hasil imbang, dan harus menelan 12 kekalahan. Rata-rata poin 0,82 per laga menjadi alarm bahaya yang terus berdengung.
Masalah terbesar PSBS musim ini terletak pada pertahanan yang rapuh. Sebanyak 45 gol telah bersarang di gawang mereka, angka yang mencerminkan rata-rata kebobolan 2,05 gol per pertandingan. Produktivitas gol pun belum cukup tajam untuk menutup kelemahan tersebut. Total 24 gol atau sekitar 1,09 gol per laga jelas belum memberi rasa aman.
Baca Juga:PSBS masih terjebak di posisi bawah klasemen BRI Super League 2025/2026: Ruyery Blanco Punya Ambisi BesarJadwal Pekan ke-23 BRI Super League: Persib Bandung Hadapi Madura United, Adu Gengsi di Kamis Malam
Namun di tengah tekanan, secercah harapan tetap menyala. Ruyery Alfonso Blanco Yus tampil sebagai mesin gol utama dengan delapan torehan. Pergerakannya di lini depan menjadi tumpuan utama setiap serangan PSBS. Ia tak bekerja sendiri. Claudio Lucas Morais Ferreira dos Santos hadir sebagai kreator peluang dengan lima assist yang sudah ia bukukan musim ini. Duet keduanya diharapkan mampu menciptakan momen magis yang bisa mengubah nasib tim.
Di sisi berlawanan, PSIM Yogyakarta datang dengan langkah yang lebih stabil. Laskar Mataram menatap laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat delapan kemenangan, sembilan hasil imbang, dan lima kekalahan dari 22 pertandingan. Rata-rata 1,5 poin per laga menunjukkan konsistensi yang cukup solid untuk bersaing di papan tengah atas.
Dari segi produktivitas, PSIM mencetak 29 gol atau rata-rata 1,32 gol per pertandingan yang maana lebih efektif dibanding calon lawannya. Ze Valente menjadi figur sentral di lini depan dengan koleksi enam gol. Sementara itu, kreativitas serangan semakin hidup berkat kontribusi empat assist dari Ezequiel Vidal. Keseimbangan antara lini tengah, depan, dan pertahanan menjadi fondasi kekuatan PSIM sepanjang musim ini.
