RADARCIREBON.TV – Belum sepenuhnya reda euforia sekaligus kekecewaan usai hasil 3-3 kontra PSIM, kini Bali United harus kembali fokus. Pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan tantangan baru: menjamu Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (28/2/2026) pukul 20.30 WIB.
Hasil imbang 3-3 melawan PSIM Yogyakarta pada 23 Februari lalu masih menyisakan tanda tanya besar. Bali United menunjukkan ketajaman, tetapi lagi-lagi gagal “mengunci” pertandingan saat sudah memimpin. Itu bukan sekadar kehilangan dua poin tapi itu soal karakter dan kontrol permainan.
Kini, situasinya berbeda. Bermain di kandang sendiri, Serdadu Tridatu dituntut bangkit. Secara klasemen, Bali United berada di peringkat ke-11 dengan 29 poin (7 menang, 8 imbang, 7 kalah). Di atas kertas, mereka lebih stabil dibanding Persijap yang duduk di posisi ke-16 dengan 18 poin (5 menang, 3 imbang, 14 kalah). Namun selisih posisi tak selalu menjamin jalannya laga akan mudah.
Baca Juga:Duel Papan Atas! Borneo FC vs Arema FC Hari Ini, Ini Link Streamingnya?Hasil Super League: Borneo FC Perkasa, Dewa United Sukses Lewati Hadangan Persita Tangerang
Persijap datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menaklukkan Persebaya Surabaya 3-1 pada pekan sebelumnya. Kemenangan itu bukan sekadar tiga poin, tetapi suntikan moral besar bagi Laskar Kalinyamat. Mereka menunjukkan bahwa tim papan bawah pun bisa mengguncang tim besar jika momentum berpihak.
Rekor pertemuan musim ini juga memberi gambaran ketatnya duel kedua tim. Pada 19 Oktober 2025, Persijap takluk 1-2 dari Bali United. Skor tipis tersebut membuktikan laga tidak pernah benar-benar sepihak. Bali menang, tetapi dengan kerja keras.
Dari sisi taktik, pertandingan ini akan sangat ditentukan oleh fase transisi. Bali United tak boleh mengulangi kesalahan saat laga melawan PSIM yang terlalu terbuka dan kehilangan ritme setelah unggul. Jika kembali bermain dalam tempo “chaos”, Persijap punya peluang mencuri gol lewat serangan balik atau bola mati.
Di sisi lain, Persijap juga tidak bisa gegabah. Bermain di Dipta berarti menghadapi tekanan sejak menit awal. Jika mereka terlalu pasif, Bali akan leluasa mengontrol tempo. Tetapi jika terlalu agresif, ruang di belakang bisa menjadi bumerang.
Ada pula faktor regulasi kompetisi yang memengaruhi strategi. Dalam aturan resmi liga, setiap tim wajib memainkan minimal satu pemain U23 di starting XI selama 45 menit, serta maksimal tujuh pemain asing di lapangan secara bersamaan. Artinya, pelatih harus cermat dalam menyusun komposisi dan pergantian pemain, terutama jika laga berjalan ketat hingga akhir.
