RADARCIREBON.TV – Teka-teki nasib tujuh pemain naturalisasi Malaysia belum juga terjawab. Court of Arbitration for Sport (CAS) memastikan bahwa keputusan resmi baru akan diumumkan pada pekan depan, bukan Kamis (26/2) seperti yang sebelumnya diperkirakan.
Kabar penundaan ini pertama kali dilaporkan oleh Berita Harian. Media tersebut menyebut panel CAS masih membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan pembahasan internal sebelum menjatuhkan putusan final dalam kasus yang dinilai sangat krusial tersebut.
Seorang staf CAS bernama Vanessa memberikan keterangan bahwa panel arbiter belum mencapai tahap akhir pengambilan keputusan. “Panel masih akan membutuhkan waktu untuk bertemu dan melakukan berbagai pertimbangan setelah sidang kemarin,” demikian pernyataan yang dikutip dari Berita Harian.
Baca Juga:Dari Laga Pembuka hingga Penentuan, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026Duel Papan Atas! Borneo FC vs Arema FC Hari Ini, Ini Link Streamingnya?
Artinya, proses deliberasi masih berjalan. Dalam konteks sengketa olahraga internasional, terutama yang menyangkut status pemain dan regulasi federasi, keputusan memang tidak bisa diambil secara tergesa-gesa. CAS menegaskan bahwa begitu putusan selesai dirumuskan, mereka akan segera merilis pernyataan resmi kepada publik.
“Mengingat ini adalah kasus yang sangat penting, pernyataan untuk media akan dikeluarkan. Setelah keputusan diumumkan, penjelasan lengkap akan disiapkan dan diberikan kepada pihak-pihak yang terlibat,” tulis CAS dalam keterangan yang sama.
Lebih lanjut, CAS juga menyatakan bahwa dokumen keputusan dapat dipublikasikan di situs resmi mereka, dengan catatan tidak ada permintaan kerahasiaan dari pihak-pihak yang terlibat dalam perkara ini.
Kasus ini menyita perhatian karena menyangkut tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang kini menanti kepastian status mereka. Ketujuh nama tersebut adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Putusan CAS akan menjadi penentu apakah proses naturalisasi dan administrasi mereka dinilai sah sesuai regulasi yang berlaku atau justru bermasalah.
Penundaan ini otomatis memperpanjang ketidakpastian, bukan hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi federasi dan tim nasional yang terdampak. Dalam situasi seperti ini, aspek psikologis kerap ikut berpengaruh. Status yang belum jelas bisa memengaruhi kesiapan kompetitif, terutama jika agenda internasional sudah di depan mata.
