×
RCTV live Streaming

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Fenomena Langka yang Dapat Disaksikan di Indonesia

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Fenomena Langka yang Dapat Disaksikan di Indonesia
source : pinterest
0 Komentar

Seluruh wilayah Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena ini, meskipun visibilitas fase awal dapat berbeda bergantung pada posisi geografis dan kondisi cuaca di masing-masing daerah.

Secara global, gerhana ini juga dapat diamati dari Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Tengah, Australia, serta sebagian wilayah timur Amerika. Peristiwa ini merupakan bagian dari siklus Saros 133, yaitu gerhana ke-27 dari total 71 gerhana dalam rangkaian tersebut. Gerhana sebelumnya dalam siklus yang sama terjadi pada 21 Februari 2008, sedangkan gerhana berikutnya diperkirakan berlangsung pada 13 Maret 2044.

Aman Diamati Tanpa Alat Khusus

Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan aman diamati secara langsung tanpa perlindungan mata khusus. Masyarakat dapat menyaksikan perubahan warna dan kecerahan Bulan secara bertahap dengan mata telanjang.

Baca Juga:Persib Uji Mental di Kandang Persebaya, Duel GBT Bisa Ubah Peta JuaraHodak Wanti Wanti Persib: Persebaya Lebih Solid dan Mematikan

Penggunaan teropong dapat membantu memperbesar tampilan Bulan dan memperjelas detail bayangan Bumi yang melengkung. Teleskop dengan bukaan 60–120 mm serta perbesaran rendah direkomendasikan untuk menikmati keseluruhan cakram Bulan secara optimal. Penggunaan perbesaran terlalu tinggi justru dapat mengurangi kenyamanan karena tidak menampilkan permukaan Bulan secara utuh.

Fenomena ini menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus meningkatkan pemahaman tentang peristiwa astronomi yang terjadi secara teratur dan dapat diprediksi.

0 Komentar