Konflik ini bukan sekadar perang dua atau tiga negara. Dampaknya bisa meluas ke jantung ekonomi global.
Kawasan yang kini memanas mencakup tiga jalur perdagangan terpenting dunia: Terusan Suez, Bab al-Mandeb di ujung Laut Merah, serta Selat Hormuz yang menjadi gerbang utama distribusi minyak dunia. Setiap gangguan di titik-titik ini berpotensi mengguncang harga energi dan rantai pasok internasional.
Situasi makin genting ketika kelompok Houthi di Yaman sekutu Iran menyatakan akan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur strategis. Ancaman ini memperluas spektrum konflik dari sekadar konfrontasi militer menjadi potensi krisis energi global.
Baca Juga:PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Kompak Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran!Aksi Donald Trump Bikin Resah, Ramai Wacana Boikot Piala Dunia 2026 di AS!
Iran jelas ingin mengirimkan sinyal: mereka bukan negara lemah yang hanya mengandalkan kecaman diplomatik. Balasan yang diluncurkan menunjukkan kesiapan militer yang telah lama dipersiapkan. Di tengah bara konflik yang menyala, satu fakta tak terbantahkan: perang resmi telah pecah. Dan Timur Tengah kembali menjadi panggung utama pertarungan geopolitik dunia.
