RADARCIREBON.TV – Bisul itu akhirnya pecah, setelah sekian lama bikin demam akhirnya membuncah meletus penuh nana.
Langit Timur Tengah kembali menghitam oleh kobaran api perang. Sabtu dini hari, 28 Februari 2026, dentuman keras memecah kesunyian Teheran. Ibu kota Teheran berguncang. Kilatan cahaya membelah malam, disusul suara ledakan yang memantul di antara gedung-gedung tinggi dan jalan raya yang biasanya riuh oleh lalu lintas.
Media internasional seperti Al Jazeera melaporkan sejumlah rudal menghantam beberapa ruas jalan utama. Sementara kantor berita Associated Press menyebut ledakan terdengar di sekitar kompleks yang dikaitkan dengan kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Baca Juga:Aksi Donald Trump Bikin Resah, Ramai Wacana Boikot Piala Dunia 2026 di AS!Trump Singgung Soal Keamanan, Seattle Terancam Kehilangan Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026?
Asap tebal membubung dari utara kota, termasuk kawasan Seyyed Khandan, menciptakan pemandangan mencekam yang dengan cepat menyebar ke seluruh dunia melalui layar-layar televisi dan media sosial.
Serangan tersebut dikonfirmasi sebagai operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel. Seorang pejabat militer AS menyebut pengerahan dilakukan dalam skala besar: jet-jet tempur dilaporkan terbang dalam formasi rapat, sementara kapal perang, termasuk dua kapal induk milik Pentagon, mengambil posisi di perairan strategis.
Langkah itu menandai eskalasi paling serius dalam ketegangan panjang antara Teheran dan Tel Aviv yang selama ini hanya berwujud ancaman, sanksi, dan perang bayangan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan operasi tersebut sebagai “serangan pendahuluan” atau preemptive attack. Ia menegaskan tujuan utamanya adalah memusnahkan ancaman yang dianggap membahayakan eksistensi Israel.
Pernyataan itu mempertegas bahwa ini bukan sekadar manuver simbolik, melainkan langkah militer yang dirancang untuk melumpuhkan.
Namun di saat bom jatuh di Teheran, sirene meraung di kota-kota Israel. Pemerintah Israel menginstruksikan warganya untuk bersiaga penuh, mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran, seperti yang sempat terjadi pada pertengahan 2025 lalu.
Otoritas penerbangan sipil Israel segera menutup wilayah udara nasional. Bandara-bandara lumpuh, penerbangan dibatalkan, dan warga dilarang mendekati area penerbangan. Negara itu berubah menjadi benteng siaga dalam hitungan jam.
Baca Juga:HT: Persib Vs Madura 3-0, Persib Mengamuk di GBLAMenjaga Rekor 100 Persen Laga Kandang! Persib vs Madura United Live di TV Mana? Ini Link Streamingnya
Ketegangan tidak berhenti di dua negara tersebut. Di Qatar, yang berbatasan langsung dengan Iran, Kedutaan Besar AS memerintahkan seluruh personel untuk berlindung.
