RADARCIREBON.TV – Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti kembali menunjukkan kualitas juang tinggi di Kemenangan Ganda China atas Tiwi/Fadia setelah Duel 3 Gim di Semifinal German Open 2026, namun perjuangan mereka terhenti di babak empat besar German Open 2026 setelah bertarung tiga gim penuh ketegangan melawan pasangan China Li Yi Jing/Wang Yi Duo. Kekalahan ini sekaligus memastikan tidak ada wakil Indonesia yang tampil di babak final turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.
Tiwi/Fadia melangkah ke semifinal setelah menyingkirkan lawan mereka di perempat final dengan permainan dominan, namun di laga penentu nasib ini mereka harus mengakui ketangguhan lawan. Pertarungan berjalan ketat sejak poin pertama, dengan kedua pasangan saling adu strategi dan serangan. Pada gim pertama, Tiwi/Fadia sempat memimpin dan bahkan berhasil membalikkan keadaan di interval, namun lawan berhasil merebut 21-18.
Gim kedua menjadi momentum kebangkitan bagi pasangan Indonesia. Mereka mendominasi sejak awal dan menjaga ritme permainan hingga meraih kemenangan telak 21-8. Tekanan mental dan taktik pun berubah, membuat laga harus ditentukan di gim penentu.
Baca Juga:Ramon Tanque Siapkan Ancaman Tajam Untuk Persebaya Usai Ledakkan Madura UnitedResmi! 25 Talenta Muda Dipanggil Nova Arianto Perkuat Timnas U-20 Indonesia untuk AFF dan Kualifikasi Asia
Gim ketiga berlangsung sangat dramatis. Tiwi/Fadia memulai dengan keunggulan awal dan sempat menahan tekanan lawan, tetapi pasangan China mampu membalikkan keadaan di tengah pertandingan dan terus memimpin hingga interval. Skor terus ketat, namun pada akhirnya keduanya kalah tipis 21-19 dalam duel yang berlangsung 1 jam 26 menit.
Kekalahan ini mencoret tiket final dari genggaman Tiwi/Fadia sekaligus menutup peluang tuan rumah Indonesia untuk meraih gelar di German Open 2026. Sebelumnya satu-satunya harapan Indonesia adalah pasangan ini setelah wakil lain di sektor ganda campuran juga tersingkir di semifinal.
Sebelum laga empat besar, Tiwi/Fadia sempat memetakan pola permainan calon lawan mereka dan mempersiapkan taktik matang, termasuk antisipasi terhadap karakter permainan pasangan China. Namun di laga semifinal kemarin, dinamika pertandingan dan respons lawan menjadi faktor penentu yang membuat langkah pasangan Indonesia terhenti meskipun mereka sempat membalikkan momentum di gim kedua.
