Yang menarik, Hubner berlari kencang usia mencetak gol, ia kemudian memutar tubuhnya sambil meloncat dan mengepalkan tangannya kebawah, ya selebrasi ikonik milik Cristiano Ronaldo. Siuuu
NEC sempat memperkecil kedudukan lewat Bryan Linssen pada menit 90+3 dalam kemelut di depan gawang. Namun waktu tak cukup bagi tuan rumah untuk mengejar. Peluit panjang berbunyi, Fortuna menang 3-2.
Justin Hubner: Dari Den Bosch untuk Garuda
Di balik gol tersebut, ada perjalanan panjang yang membentuk karakter Hubner. Lahir di Den Bosch, Belanda, pada 14 September 2003, Justin Quincy Hubner tumbuh dalam kultur sepak bola Eropa yang keras dan disiplin. Tingginya menjulang 187 cm, dengan kaki kiri sebagai senjata utama, atribut yang membuatnya langka dan bernilai di posisi bek tengah modern.
Baca Juga:Gokil! Justin Hubner Masuk 5 Bek U-23 Eropa Paling Rajin Tekel, Ungguli Raul Asencio Real MadridUnggul Lebih Dulu, Fortuna Sittard Gagal Menang atas Sparta, Justin Hubner Cs Disemprot Pelatih
Kariernya berkembang pesat saat bergabung dengan akademi Wolverhampton Wanderers. Di Inggris, ia ditempa dalam atmosfer kompetitif Premier League level akademi. Bahkan, ia dipercaya mengenakan ban kapten tim U-21, sebuah bukti kepemimpinan dan mentalitasnya.
Petualangannya tak berhenti di sana. Pada 2024, ia sempat mencicipi atmosfer Asia bersama Cerezo Osaka di J1 League. Pengalaman tersebut memperkaya perspektif bermainnya: lebih adaptif, lebih matang dalam membaca ritme pertandingan.
Namun satu keputusan besar mengubah arah kariernya secara emosional. Pada 6 Desember 2023, Hubner resmi menjadi Warga Negara Indonesia melalui jalur naturalisasi, berakar dari garis keturunan kakeknya yang lahir di Makassar. Sejak itu, namanya tak lagi sekadar pemain diaspora, Ia menjadi bagian dari proyek besar sepak bola Indonesia.
Di bawah arahan Shin Tae-yong, Hubner menjelma sebagai pilar penting di lini belakang Timnas Indonesia, baik di level senior maupun U-23. Gaya mainnya agresif, tak kompromi dalam duel, dan berani memainkan bola dari kaki ke kaki. Julukan “preman” yang melekat bukan tanpa alasan, ia bermain dengan nyali, tetapi tetap terukur.
Kini bersama Fortuna Sittard, Hubner terus membangun reputasinya di panggung Eredivisie. Gol ke gawang NEC menjadi bukti bahwa kontribusinya tak sebatas bertahan. Ia adalah bek modern: kuat dalam duel udara, nyaman membawa bola, dan berbahaya dalam situasi bola mati.
