RADARCIREBON.TV – Langkah awal pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di pentas dunia berlangsung menjanjikan. Tampil pada seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu, rider Honda Team Asia itu langsung menunjukkan mental bertarung yang matang dengan finis di posisi kelima.
Balapan yang berlangsung 19 lap tersebut menjadi panggung pembuktian bagi talenta asal Gunung Kidul, Yogyakarta itu. Start dari grid kelima, Veda tidak langsung mulus di lap awal. Ia sempat tercecer dari rombongan terdepan akibat ketatnya persaingan di tikungan-tikungan awal. Namun ketenangannya terlihat sejak lap keenam, ketika ia mulai menemukan ritme dan perlahan memangkas jarak.
Sejak pertengahan lomba, Veda terlibat duel sengit dalam grup terdepan. Beberapa kali ia berhasil menyodok ke posisi tiga besar dan mempertahankannya dalam beberapa putaran. Keberaniannya menahan tekanan di trek cepat seperti Buriram menjadi catatan positif tersendiri. Meski pada akhirnya harus rela turun satu tingkat menjelang finis, performanya tetap mencuri perhatian.
Baca Juga:Veda Ega Pratama Lolos ke Q2, David Almansa Jadi Sorotan di Latihan Moto3 Thailand 2026Debut di Moto3, Veda Ega Pratama Siap Bersaing dengan Pembalap Top Dunia
Veda menyelesaikan lomba dengan selisih 9,687 detik dari pemenang dan mengoleksi 11 poin pada debutnya. Hasil ini memang belum mengantarkannya ke podium, tetapi untuk ukuran pendatang baru di kelas sekompetitif Moto3, capaian tersebut jelas bukan hal biasa.
Persaingan di garis depan sendiri berlangsung dramatis. David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP keluar sebagai juara setelah mencatatkan waktu 32 menit 14,186 detik. Ia hanya unggul 0,003 detik atas Maximo Quiles dari CFMOTO Aspar Team dalam sprint menuju garis akhir. Sementara posisi ketiga diamankan Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech3 dengan gap 9,480 detik.
Finis kelima di seri pembuka memberi sinyal kuat bahwa Veda bukan sekadar pelengkap di grid Moto3 musim ini. Adaptasinya terhadap motor, strategi membaca balapan, serta ketenangan dalam tekanan menjadi modal penting untuk bersaing di level dunia. Banyak pengamat menilai, jika konsistensi ini terjaga, peluang Veda untuk menembus persaingan papan atas sangat terbuka.
Perjalanan masih panjang. Setelah Thailand, para pembalap akan menuju Brasil untuk putaran kedua pada 20–22 Maret di Autódromo Internacional de Goiania, Ayrton Senna. Sirkuit dengan karakter berbeda itu akan menjadi ujian berikutnya bagi Veda.
