Suasana Ramadan di Keramat Talun atau Makam Mbah Kuwu Sangkan di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, terlihat khusyuk dan penuh kehangatan. Tak hanya menjadi tempat ziarah, kawasan ini juga memiliki masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan religi masyarakat selama bulan suci.
Situs religi yang dikenal sebagai Makam Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakrabuana ini tak pernah sepi pengunjung. Di dalam kompleksnya, berdiri sebuah masjid berarsitektur tradisional Cirebon yang menjadi sentra ibadah para peziarah dan warga sekitar.
Masjid di kompleks Keramat Talun ini memiliki ciri khas bangunan tradisional Cirebon. Atapnya berbentuk limasan dengan nuansa kayu dominan. Pintu masuk kawasan menjadi salah satu ikon, dengan ornamen kepala kerbau dan kepala harimau di sisi kiri dan kanan. Ornamen tersebut melambangkan kerbau bule peliharaan Mbah Kuwu Sangkan serta sosok Prabu Siliwangi sebagai ayahanda.
Baca Juga:Menara Tower di Tambelang Picu Polemik – VideoJalan Kanci Sindanglaut Rusak Parah – Video
Lokasinya yang tak jauh dari pusat kota Cirebon membuat masjid ini mudah diakses. Selain menjadi tujuan utama ziarah, Keramat Talun juga sering menjadi destinasi lanjutan setelah peziarah mengunjungi Makam Sunan Gunung Jati di Kecamatan Gunungjati.
Memasuki bulan Ramadan, masjid di kompleks ini dipenuhi jamaah untuk salat berjamaah, tarawih, tadarus Al-Quran, hingga pengajian.
Pada 10 malam terakhir, jumlah jamaah meningkat signifikan. Buka puasa bersama dan tahlil berjamaah menjadi agenda rutin yang menghidupkan suasana malam di Keramat Talun.
Menurut juru kunci, H. Sujai Abdullah, kegiatan Ramadan di Masjid Keramat Talun tidak jauh berbeda dengan masjid pada umumnya. Namun nuansa sejarah dan kedekatannya dengan makam tokoh pendiri Cirebon menjadikan atmosfer ibadah terasa lebih khidmat.
Masjid ini bukan hanya tempat salat, tetapi juga ruang edukasi dan silaturahmi umat. Di sinilah nilai-nilai dakwah yang dirintis Pangeran Walangsungsang terus dihidupkan, melalui lantunan ayat suci dan doa para jamaah.
Ramadan di Keramat Talun menjadi perpaduan antara ibadah, sejarah, dan pelestarian arsitektur lokal. Masjid di kompleks ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban Islam di Cirebon yang terus berlanjut hingga kini.