Dari Tim U-20 ke 100 Laga, Ernando Ari Ukir Sejarah Bersama Persebaya Surabaya 

Ernando Ari
Perjalanan Ernando Ari catatkan 100 penampilan. Foto: Instagram Ernando Ari / tangkapan layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kiper Ernando Ari Sutaryadi baru saja menorehkan catatan menakjubkan selama membela Persebaya Surabaya. Duel kontra Persib Bandung, Senin (2/3/2026), menjadi penampilan ke-100 untuk Ernando selama mengenakan jersey Bajul Ijo.

Di balik pencapaian seratus penampilan, ada tekanan besar dan disiplin latihan yang keras, serta kepercayaan yang harus selalu dijaga.

Kiper asal Semarang tersebut mengaku terharu saat resmi mencapai milestone itu. Baginya, angka 100 tak hanya statistik, tetapi juga cerminan kerja keras, kesabaran, dam komitmen sejak pertama kali memakai jersey hijau kebanggaannya.

Baca Juga:Amunisi Lengkap Jadi Modal Persijap Jepara Tantang Bali United, Ambisi Target Tiga PoinSukses Taklukkan Rival Banten, Pelatih Dewa United Masih Simpan Kekecewaan

“Saya sangat bahagia dan bangga bisa mencatatkan 100 penampilan bersama Persebaya. Ini bukan perjalanan yang singkat, dan saya sangat bersyukur bisa terus dipercaya serta membantu tim sejauh ini,” kata Ernando.

Nama Ernando mulai dikenal saat berlabel Timnas Indonesia U-16 menyabet juara Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo. Dia lalu bergabung ke tim junior Persebaya di Elite Pro Academy (EPA).

Langkah awalnya dimulai saat membela Persebaya U-20 pada 2019 dan mengantarkan timnya menyabet juara EPA U-20 2019.

Dia akhirnya merasakan panasnya Liga 1 2021/2022 bersama tim senior ketika melawan Borneo FC Samarinda.

Perkembangan Ernando terus berkembang dengan bersaing, belajar dari setiap kesalahan, serta memaksimalkan kesempatan yang diberikan. Sampai dia dipercaya berdiri di bawah mistar Persebaya.

Momen yang menonjol adalah ketika Persebaya kontra Arema FC pada pekan ke-33 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion PTIK.

Saat itu, Persebaya unggul 1-0 lewat gol Muhammad Iqbal. Tetapi, lawan mendapatkan hadiah penalti pada menit krusial. Dalam kondisi kritis, Ernando tampil tenang dan sukses menggagalkan eksekusi itu.

Baca Juga:Dewa United Menang Tanpa Ivar Jenner Saat Tumbangkan Persita Tangerang, Ini Alasan Jan Olde RiekerinkJelang Duel Union Berlin, Kevin Diks Desak Borussia Monchengladbach Lebih Tajam di Lini Depan

“Kalau bicara momen yang paling berkesan, tentu saat saya menepis penalti Arema di Jakarta. Itu momen yang sangat krusial dan itu jadi kenangan yang sangat berarti buat saya pribadi,” katanya.

Tantangan terbesarnya saat ini adalah mempertahankan konsistensi dalam persaingan ketat dan ekspektasi tinggi pendukung

“Sebagai penjaga gawang, konsistensi adalah kunci. Intinya adalah menjawab kepercayaan pelatih dengan kerja keras, baik di latihan maupun di pertandingan,” ujarnya.

0 Komentar