RADARCIREBON.TV – Kabar kembalinya Elkan Baggott ke skuad Timnas Indonesia menjadi sorotan besar jelang agenda FIFA Series 2026. Bek jangkung yang lama tak terlihat dalam daftar pemain Garuda itu diprediksi kembali memperkuat lini pertahanan pada era kepelatihan John Herdman. Comeback ini sekaligus membuka kemungkinan perubahan komposisi tim yang cukup signifikan.
Pelatih asal Kanada tersebut mulai menyiapkan kerangka tim untuk menghadapi laga internasional yang akan digelar pada akhir Maret. Turnamen tersebut menjadi momen penting karena juga akan menjadi panggung awal Herdman dalam membangun kekuatan baru Timnas Indonesia setelah pergantian pelatih.
Kehadiran Elkan Baggott diyakini akan menambah opsi berkualitas di sektor belakang. Persaingan di lini pertahanan memang semakin ketat karena Timnas Indonesia saat ini memiliki beberapa bek yang tampil konsisten di klub masing-masing. Dengan postur tinggi dan kemampuan duel udara yang kuat, Baggott dinilai bisa menjadi salah satu pilar utama dalam strategi Herdman.
Baca Juga:Harga emas Pegadaian hari Ini Minggu 8 Maret: UBS dan Galeri24 Meroket, Cek Daftar Harga TerbaruRamalan Shio Besok Senin 9 Maret 2026: Naga, Ular, Kuda, Kambing, Ada Peluang Baru!
Jika melihat skema permainan yang kemungkinan dipakai, Herdman diprediksi menggunakan formasi 3-4-3. Pola ini dianggap cocok dengan karakter pemain yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini, terutama untuk memaksimalkan peran wing-back serta memperkuat lini tengah.
Pada posisi penjaga gawang, Emil Audero berpeluang besar menjadi pilihan utama. Pengalamannya bermain di level kompetisi Eropa membuatnya dianggap memiliki kualitas yang cukup untuk mengawal gawang Garuda.
Di sektor pertahanan, trio bek tengah diprediksi diisi oleh Justin Hubner, Rizky Ridho, dan Jay Idzes yang juga berperan sebagai kapten. Kombinasi ketiganya dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara kekuatan fisik, kemampuan membaca permainan, serta distribusi bola dari belakang.
Untuk posisi sayap yang berfungsi sebagai wing-back, Calvin Verdonk dan Kevin Diks berpotensi menjadi pilihan utama. Keduanya memiliki kemampuan bertahan sekaligus menyerang, sehingga cocok dengan pola permainan modern yang mengandalkan transisi cepat dari belakang ke depan.
Sementara itu, lini tengah diperkirakan diisi duet Thom Haye dan Joey Pelupessy. Kombinasi ini dianggap ideal karena mampu menjaga keseimbangan permainan. Haye memiliki kemampuan mengatur tempo dan distribusi bola, sedangkan Pelupessy dikenal kuat dalam duel serta membantu pertahanan.
