RADARCIREBON.TV – Pertandingan panas bertajuk Derby della Madonnina kembali menghadirkan drama dalam lanjutan pekan ke-28 Serie A musim 2025/2026. Inter Milan harus mengakui keunggulan rival sekotanya, AC Milan, setelah kalah tipis dengan skor 0-1 pada laga yang berlangsung di Stadion San Siro, Senin (9/3/2026).
Gol tunggal yang dicetak Pelvis Estupinan pada menit ke-35 menjadi penentu kemenangan AC Milan dalam laga sarat gengsi tersebut. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi Inter Milan yang sebelumnya sedang berupaya menjaga jarak aman di puncak klasemen sementara Serie A.
Sejak awal pertandingan, duel antara dua raksasa Kota Milan ini berlangsung dengan tempo yang cukup tinggi. Namun Inter Milan justru terlihat kesulitan mengembangkan permainan, terutama pada babak pertama. AC Milan mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk menekan pertahanan lawan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Baca Juga:Derby della Madonnina Memanas! AC Milan Tundukkan Inter 1-0, Jarak Poin di Klasemen Serie A MenyusutKlasemen Liga Italia Terbaru: Roma vs Juventus Berakhir Imbang, Persaingan Papan Atas Makin Sengit
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-35 melalui Pelvis Estupinan. Serangan cepat AC Milan berhasil menembus lini pertahanan Inter Milan sebelum akhirnya diselesaikan dengan baik oleh Estupinan yang membuat Rossoneri unggul 1-0 hingga turun minum.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengaku kecewa dengan performa timnya pada pertandingan tersebut. Menurutnya, anak asuhnya tidak mampu menunjukkan permainan terbaik terutama pada babak pertama.
Chivu menilai Inter Milan tampil kurang agresif dan terlalu lambat dalam membangun serangan sehingga memberi kesempatan kepada AC Milan untuk lebih menguasai jalannya pertandingan.
“Kami bermain cukup lesu di babak pertama dan kemudian kebobolan. Pada babak kedua kami mencoba meningkatkan tempo permainan selama sekitar 20 menit pertama dan berusaha tampil lebih baik,” ujar Chivu seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pada babak kedua, Inter Milan memang mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang sempat tercipta, namun tidak satu pun mampu dikonversi menjadi gol penyama kedudukan.
Chivu bahkan melakukan perubahan taktik di penghujung pertandingan dengan mengubah formasi tim demi meningkatkan tekanan ke lini pertahanan AC Milan. Namun solidnya pertahanan Rossoneri membuat upaya Inter Milan selalu kandas.
