RADARCIREBON.TV – Di sebuah malam Liga Champions yang seharusnya menjadi malam penderitaan bagi Real Madrid, justru lahir satu kisah lain yang terasa seperti sindiran halus untuk seluruh Eropa.
Sebelum pertandingan dimulai di Santiago Bernabéu Stadium, banyak yang sudah menulis obituary untuk Madrid. Tanpa tiga bintang utama, Jude Bellingham, Kylian Mbappé, dan Carreras, skuad putih itu dianggap pincang.
Ditambah lagi luka lama dua pekan sebelumnya saat dipermalukan oleh Getafe CF. Kepercayaan terhadap pelatih Álvaro Arbeloa mulai goyah.
Baca Juga:Real Madrid Hancurkan Manchester City 3-0 di Bernabéu, Hat-trick Valverde Bawa Los Blancos Menang TelakKrisis Cedera Real Madrid Jelang Duel Kontra Manchester City di Liga Champions
Di meja-meja diskusi sepak bola, banyak yang menyimpulkan satu hal: Madrid akan hancur oleh mesin modern milik Manchester City.
Apalagi City datang dengan segala kemewahan bintang. Di lini depan berdiri monster gol Norwegia, Erling Haaland.
Namun, seperti yang sering terjadi dalam sejarah Liga Champions, Real Madrid tidak pernah benar-benar peduli dengan logika. Dan malam itu, mereka memiliki seekor elang.
Namanya: Federico Valverde.
Ketika Elang Turun Menyambar
Babak pertama baru berjalan beberapa menit ketika stadion mulai merasakan sesuatu yang berbeda.
Bukan Haaland yang mengancam. Bukan juga permainan tiki-taka City yang membuat Bernabéu terdiam.
Yang terjadi justru sebaliknya. Madrid menyerang seperti tim yang lapar. Dan di tengah badai itu, Valverde muncul di mana-mana.
Gol pertama datang dari situasi yang bahkan terasa seperti cerita fiksi. Kiper Madrid, Thibaut Courtois, melepaskan umpan panjang yang berubah menjadi awal serangan. Bola bergulir cepat, pertahanan City sedikit terlambat membaca arah permainan.
Valverde muncul dari lini kedua.
Satu sentuhan.
Satu tembakan.
Gol.
Bernabéu meledak.
Baca Juga:Bela Antonin Kinsky, Joe Hart: Bahkan Buffon Pernah SalahPenyidikan Dana Hibah KONI Majalengka: Ini Daftar Barang Bukti yang Disita dan Daftar Saksinya
City masih memegang bola. Statistik menunjukkan mereka menguasai hampir 60 persen penguasaan bola. Tetapi statistik, seperti biasa, tidak pernah bisa menjelaskan rasa panik.
Dan City mulai panik.
Gol kedua?
Masih Valverde.
Gol ketiga?
Tentu saja.
Hat-trick di babak pertama.
Rating 10 sempurna dari SofaScore. Man of The Match tanpa perdebatan. Di papan skor: Real Madrid 3 Manchester City 0.
Dan semuanya terjadi hanya dalam satu babak. Valverde: Bukan Bintang, Tapi Mesin
