Kelme juga menambahkan efek tekstur piksel dan gradasi warna agar terlihat lebih dinamis. Desain ini menggambarkan pergerakan cepat dalam permainan sepak bola dan futsal.
Untuk bahan, jersey tandang tetap menggunakan kain jacquard ringan yang membuat sirkulasi udara lebih baik. Bahan ini juga cepat menyerap keringat dan tetap fleksibel dipakai saat pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi.
Dengan konsep tersebut, jersey tandang ini bukan cuma seragam pertandingan. Tapi juga seperti “kanvas berjalan” yang membawa unsur budaya Indonesia ke setiap laga.
Baca Juga:Kumpulan Ucapan Idul Fitri 1447 H untuk Teman, Keluarga, dan Rekan KerjaMiliano Jonathans Cedera ACL, Absen Lama dari Timnas Indonesia! Ini 4 Calon Penggantinya
Dari sisi detail, kedua jersey ini dibuat dengan pola ergonomis 3D berdasarkan data tubuh para pemain Timnas Indonesia. Tujuannya supaya jersey terasa lebih pas di tubuh dan mengikuti gerakan pemain saat berlari atau melakukan manuver cepat.
Untuk bagian logo, Kelme menggunakan teknologi high frequency welding agar logo lebih kuat dan tahan lama. Sementara lambang Garuda di dada dibuat dengan bahan silikon 3D sehingga terlihat lebih menonjol.
Khusus untuk versi Player Issue (yang dipakai pemain), ada tambahan label silikon laser dengan efek prisma. Harga jersey Home dan Away Player Issue dibanderol sekitar Rp1.449.000, sedangkan versi Replica Issue dijual dengan harga Rp749.000.
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, berharap jersey ini bisa menjadi kebanggaan bagi para pemain Timnas Indonesia.
Menurutnya, jersey ini juga diharapkan bisa membuat para pendukung semakin bangga dan terus memberikan dukungan penuh untuk Skuad Garuda setiap kali bertanding.
