Hari raya sendiri memiliki makna spiritual yang besar. Setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh pada bulan Ramadan, umat Islam merayakan kemenangan pada hari Idul Fitri. Sementara pada Idul Adha, umat Islam memperingati keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah.
Karena itu, salat Id dirancang dengan unsur takbir yang lebih banyak sebagai simbol rasa syukur dan pengagungan kepada Allah.
•Makna Filosofis Tujuh Kali Takbir
Sebagian ulama menjelaskan bahwa angka tujuh dalam Islam sering memiliki makna simbolik. Dalam banyak ajaran Islam, angka tujuh kerap muncul, seperti tujuh lapisan langit, tujuh putaran tawaf di Ka’bah, hingga tujuh kali sa’i antara bukit Shafa dan Marwah dalam ibadah haji.
Baca Juga:Jangan Sampai Terlambat! Ini Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah Agar Ibadah Sempurna Saat IdulfitriPerburuan Diamond Kuning MLBB 2026 Dimulai! Ini Cara Dapat Diskon Skin Besar-Besaran di Mobile Legends
Namun penting dipahami bahwa dalam konteks salat Id, angka tujuh bukan semata-mata simbol filosofis, melainkan mengikuti praktik yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Dengan kata lain, umat Islam menjalankannya sebagai bentuk ittiba’ atau mengikuti sunnah Rasul.
Para ulama juga menjelaskan bahwa pengulangan takbir tersebut memberi kesempatan kepada jamaah untuk lebih menenangkan hati sebelum memulai bacaan Al-Fatihah. Saat takbir dilantunkan, jamaah diingatkan kembali tentang kebesaran Allah SWT sehingga salat dapat dilakukan dengan lebih khusyuk.
•Hikmah Spiritual di Balik Takbir Tambahan
Selain mengikuti sunnah Nabi, takbir tambahan dalam salat Id juga memiliki hikmah spiritual yang mendalam. Takbir merupakan kalimat yang berisi pengakuan bahwa Allah Maha Besar. Dengan mengulanginya beberapa kali di awal salat, umat Islam diajak untuk benar-benar meresapi makna kebesaran Allah.
Momentum hari raya sering kali diisi dengan kegembiraan, pertemuan keluarga, dan berbagai aktivitas sosial. Oleh karena itu, takbir dalam salat Id menjadi pengingat bahwa di balik kebahagiaan tersebut, ada rasa syukur kepada Allah yang harus terus dijaga.
Banyak ulama juga menekankan bahwa takbir tambahan ini mencerminkan suasana perayaan dalam Islam. Hari raya bukan hanya tentang ibadah formal, tetapi juga ekspresi kegembiraan yang tetap berada dalam bingkai pengagungan kepada Allah.
