Memasuki babak kedua, tekanan Borneo FC semakin meningkat. Tuan rumah bermain lebih agresif, memanfaatkan kecepatan serangan dari sisi sayap yang terus menguji konsentrasi lini pertahanan Persib.
Serangan bergelombang terus datang, tetapi hingga waktu normal hampir habis, pertahanan Persib masih mampu bertahan. Kemenangan yang sudah di depan mata mulai terasa nyata bagi tim tamu.
Namun mimpi itu runtuh di menit ke-84. Drama bermula ketika wasit menghentikan pertandingan untuk mengecek tayangan VAR. Dalam tayangan ulang terlihat bola mengenai tangan Uilliam Barros di dalam kotak penalti Persib.
Baca Juga:HT: Borneo FC Vs Persib Bandung 0-1, Persib Unggul Cepat Lewat Adam AlisLink Streaming Gratis Borneo FC vs Persib Bandung Malam Ini, Pertandingan Panas yang Ditunggu Bobotoh!
Setelah meninjau layar VAR, wasit akhirnya menunjuk titik putih. Keputusan itu langsung disambut sorak publik tuan rumah, tetapi bagi Persib, penalti tersebut menjadi mimpi buruk yang datang di saat paling menyakitkan.
Mario Peralta maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, Peralta melepaskan tendangan pelan namun terarah ke sisi kiri gawang. Sementara itu, kiper Teja Paku Alam justru bergerak ke arah berlawanan.
Bola pun meluncur mulus ke dalam gawang. Gol tersebut sekaligus mematahkan rekor clean sheet Teja Paku Alam yang sebelumnya tampil solid sepanjang pertandingan.
Skor berubah menjadi 1-1. Gol penalti itu seperti menghancurkan kerja keras Persib sepanjang laga. Keunggulan yang sudah bertahan lebih dari satu jam harus hilang hanya karena satu momen.
Peluit akhir pun berbunyi tak lama kemudian, memastikan kedua tim berbagi satu poin.
Hasil imbang ini membuat peta klasemen tidak banyak berubah. Persib tetap berada di puncak dengan 58 poin, sementara Borneo FC bertahan di posisi kedua dengan 54 poin. Di bawahnya, Persija Jakarta mengintai di posisi ketiga dengan 52 poin.
Bagi Persib, hasil ini meninggalkan rasa penyesalan mendalam. Kemenangan yang sudah berada di depan mata harus sirna begitu saja.
Baca Juga:Ketika Jalanan Lengang, Rakyat Tetap Tenang: Kepedulian Dedi Mulyadi dan Bupati Imron untuk Tukang BecakSudah 10 Orang! Daftar Kepala Daerah yang Tersandung OTT KPK di Era Presiden Prabowo
Dan sekali lagi, penalti menjadi momok yang menghantui, menghapus keunggulan yang telah diperjuangkan dengan susah payah sepanjang pertandingan.
