4. Tetap usung layar dengan refresh rate 144Hz dan empat lengkungan mulus
Soal desain, Motorola Edge 70 Fusion+ mengikuti jejak saudaranya. Yang pasti, layarnya punya empat lengkungan menuju bingkai atas, bawah, kiri, dan kanan. Motorola mengklaim membuat lengkungannya mulus menuju bingkai hingga sisi belakang, sehingga nyaman digenggam. Berdasarkan data dari situs Motorola, layar Edge 70 Fusion+ berbentang 6,8 inci, sedikit lebih besar dari layar 6,78 inci milik saudaranya. Meski begitu, layar keduanya sama-sama berpanel AMOLED dengan resolusi 1,5K, refresh rate 144Hz, kecerahan puncak 5200 nit, dan kaca pelindung Gorilla Glass 7i.
5. Tetap usung bodi tangguh berstandar militer dan punya IP rating
Seperti saudaranya, Motorola Edge 70 Fusion+ juga bersertifikasi MIL-STD 810H, IP68, dan IP69. Ia juga hadir dengan speaker stereo, pemindai sidik jari di dalam layar, dan Android 16. Sejauh ini, Motorola Edge 70 Fusion+ terkuak di Brasil dengan opsi warna Pantone orient blue dan Pantone blue surf seharga 2.969 real Brasil atau sekitar Rp9,6 juta. Sementara itu, Motorola Edge 70 Fusion tersedia dalam opsi warna orient blue, sporting green, blue surf, country air, dan silhouette.
Tampak jelas bahwa Motorola Edge 70 Fusion+ mempunyai sektor fotografi yang lebih mumpuni dari Motorola Edge 70 Fusion. Selebihnya, spesifikasi lainnya mengikuti saudaranya. Bukan tidak mungkin ada beberapa spek yang berbeda seperti prosesor dan kapasitas baterai ketika Motorola Edge 70 Fusion+ rilis di negara lainnya.
