Ini bukan sekadar soal pohon. Ini tentang bagaimana kita memperlakukan sesuatu yang terlihat “masih berdiri”, padahal di dalamnya sudah kosong.
Sebagian orang mungkin akan mengaitkan kejadian ini dengan hal-hal mistis. Pohon tua, lokasi penting, waktu malam, semua elemen “cerita misteri” lengkap.
Namun mungkin misterinya justru lebih sederhana, dan lebih menyakitkan: mengapa sesuatu yang jelas-jelas rapuh bisa tetap berdiri tanpa perhatian?
Baca Juga:Walikota Cirebon Bayar Zakat Melalui Baznas – VideoWalikota Tinjau Proses Perbaikan Jembatan Lebakngok – Video
Dan ketika akhirnya tumbang, kita hanya bisa bilang, “ya, memang sudah lapuk.”
Pohon beringin itu sudah dipindahkan. Area sudah dibersihkan. Secara fisik, masalah selesai. Tapi jika kejadian ini hanya berhenti sebagai laporan kejadian tanpa refleksi, maka kita sedang melewatkan pesan penting.
Karena kadang, yang tumbang bukan hanya pohon. Tapi juga kewaspadaan. Kepedulian. Dan tanggung jawab.
Dan ketika semua itu ikut lapuk, yang roboh berikutnya mungkin bukan lagi sekadar pagar.
