Musim mudik Lebaran memunculkan cara tak biasa oleh warga Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, menyulap aliran sungai di bawah kolong jembatan menjadi jalur penyeberangan alternatif bagi sepeda motor, untuk menghindari putaran jalan yang ditutup di jalur Pantura.
Beginilah kondisi jalur darurat yang dibuat oleh warga Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Aliran sungai di bawah kolong jembatan yang semula berair, dipompa hingga kering dan disusun menggunakan papan kayu menjadi lintasan sederhana bagi kendaraan roda dua.
Jalur alternatif tersebut dimanfaatkan oleh pengendara motor untuk menyeberang, tanpa harus memutar hingga beberapa kilometer akibat penutupan sejumlah akses u-turn di jalur utama Pantura Indramayu selama arus mudik.
Baca Juga:Pemantauan Hilal 1 Syawal di POB Pantai Baro Gebang – VideoPolda Jabar Terjunkan Polisi Berkuda – Video
Namun, pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Selain jalur yang sempit dengan lebar sekitar satu koma dua meter, jarak antara lintasan dengan beton jembatan hanya sekitar satu setengah meter, sehingga pengendara harus menundukkan kepala.
Jalur alternatif ini merupakan inisiatif warga setempat untuk mempercepat mobilitas masyarakat dan pemudik, baik dari arah Indramayu menuju Jakarta maupun sebaliknya. Dalam pengelolaannya, puluhan warga dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas di jalur tersebut.
Meski bersifat darurat dan tidak dipatok biaya, keberadaan jalur ini menjadi solusi cepat di tengah padatnya arus mudik, sekaligus membantu kelancaran aktivitas warga yang harus menyeberang setiap hari.