RADARCIREBON.TV — Suasana Idulfitri 1447 Hijriah terasa berbeda namun tetap penuh makna di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon. Di balik tembok tinggi dan pengamanan ketat, gema takbir menggema, menghadirkan nuansa kemenangan yang sama seperti di luar sana.
Ratusan warga binaan mengikuti Salat Idulfitri dengan khusyuk, Sabtu (21/3). Kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas dan sebagian area halaman rutan yang telah disiapkan khusus. Dengan mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki, para warga binaan tampak larut dalam suasana religius, sejenak melupakan rutinitas keseharian di dalam rutan.
Momentum Lebaran ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga membawa kabar bahagia. Sebanyak 394 warga binaan resmi menerima Remisi Khusus Hari Raya Idulfitri. Penyerahan remisi dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Redy Agian, dalam suasana yang hangat dan penuh haru.
Baca Juga:Catat! Kumpulan 99 Ucapan Idul Fitri Bahasa Inggris yang Bikin Caption Kamu Naik Level!Deretan Pemain Bola Muslim Dunia yang Rayakan Idul Fitri 2026, dari Mohamed Salah hingga Lamine Yamal
Dalam keterangannya, Redy menjelaskan bahwa remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat, baik secara administratif maupun substantif. Penilaian tersebut mencakup perilaku selama menjalani masa pidana hingga keaktifan dalam mengikuti program pembinaan.
“Remisi ini bukan sekadar pengurangan masa tahanan, tetapi bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan positif,” ujarnya.
Dari total penerima, sebanyak 245 warga binaan mendapatkan pengurangan masa hukuman selama 15 hari. Sementara itu, 149 lainnya memperoleh remisi selama satu bulan. Meski demikian, tidak semua warga binaan berhak menerima fasilitas ini.
Redy menegaskan bahwa hanya mereka yang berkelakuan baik dan menunjukkan komitmen untuk memperbaiki diri yang dapat menikmati remisi. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi warga binaan lain agar terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik.
Lebih dari sekadar angka, pemberian remisi ini menyimpan pesan penting: harapan. Bagi para warga binaan, pengurangan masa hukuman menjadi simbol bahwa kesempatan kedua selalu terbuka.
“Idulfitri adalah momen kembali ke fitrah. Kami ingin warga binaan menjadikan hari ini sebagai titik balik untuk introspeksi dan memperbaiki diri,” tambahnya.
Setelah prosesi penyerahan remisi, suasana rutan semakin cair. Kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang mempertemukan petugas dan warga binaan dalam suasana penuh kekeluargaan. Tidak ada sekat yang terasa kaku, semua larut dalam momen saling memaafkan.
