Sassuolo Vs Juventus 1-1, Jay Idzes Bawa Modal Positif Untuk Timnas

Jay Idzes
Jay Idzes (tengah) Foto : Jay Idzes
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pertandingan seru antara Juventus Vs Sassuolo berakhir seri. Hasil imbang 1-1 antara Juventus dan Sassuolo di Allianz Stadium, Minggu dini hari (22/3/2026), mungkin terasa seperti kabar buruk bagi tuan rumah.

Tapi bagi satu nama Jay Idzes, ini justru panggung pembuktian yang tak bisa diremehkan. Di tengah sorotan pada gol Kenan Yildiz dan balasan Andrea Pinamonti, ada satu sosok yang bekerja tanpa banyak tepuk tangan, tapi justru paling menyakitkan bagi Juventus. Ya, Jay Idzes. Bek yang satu ini mungkin tidak mencetak gol, tapi kontribusinya membuat lini depan Bianconeri tampak seperti kehilangan arah.

Juventus sempat merasa di atas angin. Gol Yildiz memberi harapan, atmosfer stadion menggelegar, dan skenario kemenangan tampak tinggal menunggu waktu. Namun, seperti biasa, keyakinan berlebihan sering kali jadi awal dari rasa malu.

Baca Juga:Dua Tahun Menghilang, Elkan Baggott Kini Berebut Tempat dengan Jay Idzes dan Kevin Diks di Timnas IndonesiaJay Idzes Tak Tergantikan di Serie A 2025/2026: Statistik Apik Bikin Sassuolo Kian Percaya Diri

Masuklah nama Idzes. Kapten masa depan Timnas Indonesia itu tampil disiplin, dingin, dan tanpa kompromi. Setiap pergerakan pemain Juventus di area berbahaya seolah sudah dibaca lebih dulu. Ia tidak sekadar bertahan, ia mengontrol ritme, memotong alur, dan memaksa Juventus bermain melebar tanpa arah yang jelas.

Puncak ironi terjadi saat Juventus mendapatkan penalti. Stadion bersorak, fans sudah setengah berdiri untuk merayakan kemenangan. Eksekutor? Manuel Locatelli. Nama yang biasanya identik dengan ketenangan.

Tapi malam itu, ketenangan berubah jadi bahan ejekan. Tendangannya lemah, terbaca, dan nyaris seperti umpan manja ke pelukan Arijanet Muric. Bukan hanya gagal mencetak gol, tapi juga mempertegas satu hal: Juventus kehilangan ketajaman, sementara Sassuolo dengan Idzes sebagai temboknya, tidak kehilangan akal.

Di balik hasil ini, ada pesan yang cukup jelas. Juventus boleh punya nama besar, stadion megah, dan sejarah panjang. Tapi di lapangan, semuanya ditentukan oleh siapa yang lebih siap dan lebih lapar.

Dan Jay Idzes? Ia datang tanpa banyak gembar-gembor, tapi pulang dengan satu hal yang tidak dimiliki banyak pemain: respek.

Laga ini juga menjadi penutup sebelum jeda internasional. Bagi Idzes, tidak ada waktu untuk berlama-lama menikmati hasil ini. Ia langsung bersiap terbang ke Jakarta, membawa mental tanding Eropa untuk memperkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.

0 Komentar