Rupiah Melemah & Kredit Diperketat, Industri Mobil RI Masuk Masa Sulit

foto
ilustrasi/ gemini ai
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Industri otomotif di Indonesia lagi nggak dalam kondisi yang mudah belakangan ini. Daya beli masyarakat yang lagi melemah bikin penjualan mobil ikut seret. Belum lagi ditambah suku bunga yang masih tinggi dan aturan kredit kendaraan yang makin ketat dari pihak leasing.

Masalahnya nggak cuma dari dalam negeri aja. Dari luar juga ada tekanan, salah satunya nilai tukar rupiah yang sempat nyentuh Rp17.000 per dolar AS. Ini cukup berpengaruh, karena masih banyak komponen mobil yang harus diimpor dari luar negeri.

Kalau rupiah terus melemah, otomatis biaya produksi bisa ikut naik. Ujung-ujungnya, produsen kemungkinan bakal menaikkan harga jual mobil. Nah, ini jadi dilema—harga naik, tapi daya beli masyarakat lagi turun.

Baca Juga:Cuma 5 Bahan! Resep Kue Kacang Tanah untuk Lebaran Ini Bikin Tamu Nambah Terus!Update! Emas Antam Turun Lagi! Ini Harga Terbaru per Gram dan Daftar Lengkapnya

Menurut Tri Mulyono dari Astra Daihatsu, kondisi ini memang jadi tantangan serius buat industri otomotif. Soalnya kalau harga mobil naik di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang, makin banyak orang yang bakal mikir dua kali buat beli mobil.

Dampaknya sebenarnya sudah mulai terasa. Data dari Gaikindo menunjukkan penjualan mobil sepanjang 2025 cuma tembus sekitar 803 ribu unit, turun sekitar 7% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 865 ribu unit.

Masuk ke 2026, kondisi pasar juga belum pulih sepenuhnya. Dalam dua bulan pertama aja, penjualan mobil baru baru nyentuh sekitar 145 ribu unit. Yang paling kena dampaknya adalah segmen mobil untuk kelas menengah, apalagi yang biasanya beli pakai kredit.

Soalnya sekarang lembaga pembiayaan alias leasing juga lagi lebih selektif. Jadi nggak semua orang bisa dengan mudah dapat persetujuan kredit seperti dulu.

Hal ini juga kerasa di penjualan Daihatsu. Sepanjang 2025, penjualannya turun cukup dalam jadi sekitar 130 ribu unit, atau turun hampir 20% dibanding tahun sebelumnya.

Tapi ada sedikit kabar positif di awal 2026. Penjualan Daihatsu di Januari–Februari mulai naik jadi sekitar 25 ribu unit, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.

0 Komentar