RADARCIREBON.TV — Kabar menenangkan datang untuk masyarakat Cirebon. Di tengah kekhawatiran harga pangan yang kerap naik turun, Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan stok bahan pokok, khususnya beras, dalam kondisi aman bahkan untuk jangka panjang.
Data terbaru menunjukkan, stok beras program PSO (Public Service Obligation) yang dikuasai Bulog saat ini mencapai angka fantastis: 136.000 ton. Jumlah ini bukan sekadar cukup, tapi diprediksi mampu menjaga ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan.
Pimpinan Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menegaskan bahwa pasokan masih terus bertambah. Penyerapan gabah dan beras dari petani lokal tetap berjalan aktif, sehingga stok dipastikan tetap terjaga.
Baca Juga:Bulog Cirebon Dipastikan Stok Beras Aman – VideoGudang di Sibolga Dijarah, Bulog Peringatkan Situasi Darurat Pangan
“Dengan stok sebesar itu, insya Allah kebutuhan masyarakat Cirebon aman hingga hampir satu tahun ke depan,” ujarnya.
Tak hanya beras, Bulog juga menyiagakan sejumlah komoditas lain untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Mulai dari beras komersial, gula pasir, tepung terigu, hingga minyak goreng dalam jumlah besar. Bahkan, stok minyak goreng masih akan bertambah karena sedang dalam proses pengiriman dari berbagai daerah seperti Riau, Medan, dan Banten.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gejolak harga, terutama menjelang dan setelah momen Lebaran yang biasanya diiringi lonjakan kebutuhan.
Di sisi distribusi, Bulog juga sudah menyalurkan 7.500 ton beras SPHP sejak Januari hingga Maret 2026. Program ini bertujuan menahan harga agar tetap stabil dan terjangkau masyarakat.
Tak berhenti di situ, Pemerintah Kota Cirebon juga bersiap meluncurkan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng pada 25–26 Maret 2026. Meski sebagian distribusi kemungkinan berlanjut setelah Lebaran, skema ini sudah disesuaikan dengan pola mudik masyarakat.
Pesan utamanya jelas: warga tak perlu panik. Dengan stok melimpah, distribusi yang berjalan, dan tambahan pasokan di perjalanan, kondisi pangan di Cirebon saat ini bisa dibilang dalam posisi “aman terkendali”.
Bulog pun memastikan akan terus menjaga pasokan dan stabilitas harga, agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa gejolak berarti.
