Pemerintah Desa Jemaras Kidul mencatat turunnya urbanisasi warga yang bekerja ke ibukota. Dari separuh warga kini hanya dua puluh persen saja yang masih menggantungkan nasib sebagai kaum urban.
Turunnya angka urbanisasi di Desa Jemaras Kidul, Kabupaten Cirebon disebabkan oleh dua tahun terakhir ini sulit mencari lapangan pekerjaan dan banyaknya kasus PHK massal yang dilakukan perusahaan di Jabodetabek.
Desa Jemaras Kidul yang di tahun sebelumnya menyumbang lebih dari 50 persen warganya sebagai pekerja di ibukota atau kaum urban, kini turun drastis.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran di Simpang Palimanan Padat Merayap – Video4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali – Video
Dari sekitar enam ribu jumlah penduduk Desa Jemaras Kidul yang sempat menjadi kaum urban dan bekerja di ibukota, di Lebaran tahun ini hanya tersisa seribu orang saja warga Jemaras Kidul yang masih berjuang mengadu nasib di ibukota Jakarta.
Warga kaum urban dari Desa Jemaras Kidul yang biasanya berdagang makanan siap saji di Tanah Abang, kini memilih berdagang makanan ringan berkeliling di desanya. Beban hidup yang besar serta menurunnya pendapatan yang signifikan di Jakarta, membuat kaum urban di Desa Jemaras Kidul ini memilih kembali untuk berjuang di kampung halaman.
Sementara, tak hanya di Desa Jemaras Kidul, penurunan urbanisasi warga desa juga terjadi hampir di seluruh desa di Kabupaten Cirebon dengan persentase penurunan yang sama. Minimnya lapangan pekerjaan di ibukota dan sulitnya kondisi ekonomi membuat banyak kaum urban memilih untuk mengais rezeki di kampung halaman dibandingkan harus kembali merantau ke ibukota.
Pemerintah Desa Jemaras Kidul berharap ketersediaan lapangan kerja di Kabupaten Cirebon bisa menjadi sandaran bagi masyarakat untuk mengais rezeki, serta adanya pemberdayaan yang membantu masyarakat di desa-desa.