Di lapangan, bantuan ini terasa signifikan. Bagi sebagian warga, 20 kilogram beras dan 4 liter minyak bukan sekadar tambahan, melainkan penopang utama kebutuhan dapur selama berminggu-minggu.
Program ini juga menjadi bukti bahwa intervensi pemerintah masih menjadi bantalan penting di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Harapannya, ini bisa meringankan beban masyarakat dan membantu percepatan pengentasan kemiskinan,” kata Rida.
Baca Juga:LPM Karya Mulya Kolaborasi Dengan Wakil Walikota Peduli Sosial – VideoWakil Walikota Serahkan Bantuan Dua Rumpon Kerang Ijo – Video
Penyaluran Februari dan Maret hanyalah awal. Pemerintah pusat telah merancang program ini berjalan selama enam bulan sepanjang 2026.
Artinya, setelah tahap ini selesai, distribusi akan berlanjut untuk periode April hingga Juli. Jika konsisten terealisasi, bantuan ini akan menjadi salah satu program paling masif dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga di Kota Cirebon.
Bulog pun memastikan kesiapan stok dan kualitas beras tetap terjaga hingga seluruh penerima mendapatkan haknya.
Meski program berjalan, pengawasan tetap menjadi perhatian utama. Kehadiran langsung Wakil Wali Kota di lokasi bukan tanpa alasan, ini adalah sinyal bahwa distribusi bantuan tidak boleh melenceng.
Di tengah berbagai tantangan, satu hal menjadi jelas: program ini bukan hanya soal beras yang dibagikan, tetapi tentang bagaimana negara memastikan warganya tetap bisa makan dengan layak. Dan di Kelurahan Larangan hari itu, pesan itu terasa nyata.
