RADARCIREBON.TV – Veda Ega Pratama mengakui dengan adanya kemungkinan kendala ketika menghadapi seri Moto3 Amerika 2026 pada akhir pekan ini.
Tetapi Veda Ega Pratama mengaku percaya diri dengan langkahnya menuju seri Moto3 Amerika 2026 di Circuit of The Americas (COTA), Texas, Amerika Serikat.
Pembalap Honda Team Asia itu baru memecahkan prestasi bersejarah untuk Indonesia dalam turnamen Grand Prix.
Baca Juga:iPhone 14 Alami Kenaikan Harga, Kini Dibanderol Rp 8,7 JutaHarga iPhone 15 di Indonesia Mendadak Naik, Ada Apa?
Veda menjadi pembalap pertama Indonesia yang sukses naik podium setelah berada di posisi ketiga pada seri Moto3 Brasil 2026 akhir pekan lalu.
Seri Moto3 Americas 2026 kini menjadi ajang selanjutnya bagi Veda yang mempunyai tantangan yang sama seperti seri sebelumnya.
Seperti di Brasil, Veda juga belum pernah beraksi di lintasan COTA sebagai venue seri ketiga pada agenda Moto3 2026 ini.
Dengan karakter lintasan yang terkenal sulit untuk ditaklukkan, Veda tak ingin arogan mengarungi balapan kali ini.
Rider asal Gunungkidul, Yogyakarta itu berharap dapat cepat beradaptasi supaya mampu tampil kompetitif.
“Menurut saya, COTA bakalan sulit karena banyak sekali tikungannya. Tapi kita lihat besok, semoga saya bisa beradaptasi,” kata Veda.
Veda mengaku telah mempersiapkan strategi ketika mengaspal di COTA, mengingat itu menjadi salah satu lintasan baru baginya.
Baca Juga:Harga iPhone di RI Naik Lagi! iPhone 14 hingga iPhone 16 Ikut MelonjakBocoran Samsung Galaxy S26 FE Terungkap, Ada Dua Perangkat Misterius Ikut Muncul
Keterbatasan data tak membuat rekan setim Zen Mitani itu putus asa, dia masih berusaha dengan cara lain sama seperti sebelum berlaga di Brasil.
“Ya, kalo saya kebanyakan belajar dari game dan video, biasanya ada video racenya, cuma itu. Kalau di Brasil, kemarin kita dapat on board dari pembalap lokal, jadi saya maksimalkan,” ujarnya.
Karakteristik COTA cukup teknikal, kecepatan dalam mempelajari lintasan dan beradaptasi menjadi kunci sukses baginya.
“Kalau saya lihat, layout dan main game MotoGP, di game susah seperti ada lintasan zigzag gitu. Saya lihat race tahun kemarin banyak jatuh, saya juga sudah bertanya kepada pembalap lain,” sambungnya.
“Lintasannya bumpy (bergelombang), kita lihat besok, semoga saya punya feeling bagus sejak hari pertama,” imbuhnya.
Veda menegaskan dirinya akan selalu berusaha menjadi yang terbaik, termasuk tampil maksimal pada babak kualifikasi.
