Arus Sungai Cipedak Seret Baja Jembatan 8 Ton – Video

Arus Sungai Cipedak Seret Baja Jembatan 8 Ton
0 Komentar

Detik-detik terjangan arus Sungai Cipedak di Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan setinggi hingga 8 meter terekam kamera warga. Arus deras menyeret sejumlah gelagar baja jembatan yang sedang direkonstruksi Pemkab Kuningan. Detik-detik terjangan arus Sungai Cipedak di Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan setinggi 8 meter terekam kamera warga. Luapan dan arus deras ini diakibatkan oleh hujan disertai angin pada Sabtu sore kemarin. Terjangan arus sungai mampu menyeret sejumlah gelagar baja jembatan, dengan berat masing-masing 8 ton, dari lokasi rekonstruksi jembatan menuju Desa Cijemit. Dalam rekaman video warga, terlihat arus Sungai Cipedak meluap, menghempaskan jembatan darurat, akses sementara bagi warga Desa Cijemit selama proses rehabilitasi jembatan berlangsung. Warga juga kaget karena air meluap lebih tinggi, hingga menjangkau beberapa gelagar baja konstruksi jembatan yang beratnya mencapai 8 ton per buah. Jembatan ini dalam proses direhabilitasi Pemkab, merupakan akses penghubung antara Kecamatan Ciniru dengan Desa Cijemit. Proses pengerjaan sudah mencapai 50 persen. Diakui warga sekitar, hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Sabtu sore menyebabkan debit air sungai meningkat drastis, tidak seperti biasanya. Ketinggian air diperkirakan mencapai 7 hingga 8 meter, kondisi yang jarang terjadi, bahkan dalam rentang waktu 30 tahun terakhir. Saat air surut, 3 gelagar baja masing-masing ditemukan kurang lebih 50 meter ke arah hilir. Dua gelagar terlihat masih dalam kondisi baik, sementara satu lainnya melengkung atau mengalami perubahan bentuk. Akibat kejadian ini, akses masyarakat dari Ciniru menuju Desa Cijemit bisa dilakukan melalui jalur alternatif, memutar dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Kuningan menegaskan kejadian ini tidak berdampak signifikan terhadap proses pembangunan. Petugas akan segera menevakuasi material minggu ini, menggunakan alat berat berupa beko berkapasitas besar yang rencananya tiba di lokasi pada Minggu sore. Penilaian teknis juga akan dilakukan DPUTR untuk menentukan kelayakan material. Dengan catatan kondisi cuaca stabil, pembangunan jembatan ditargetkan rampung dalam 2 hingga 3 bulan ke depan atau sekitar perayaan Iduladha.

0 Komentar