RADARCIREBON.TV – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melontarkan apresiasi tinggi terhadap performa Calvin Verdonk sepanjang ajang FIFA Series 2026. Meski skuad Garuda harus puas finis sebagai runner-up usai kalah di partai final, kontribusi Verdonk dinilai menjadi salah satu aspek paling menonjol dalam perjalanan tim.
Dalam dua pertandingan yang dijalani Indonesia pada turnamen tersebut, Verdonk tampil fleksibel dengan memainkan peran yang berbeda dari posisi aslinya sebagai bek kiri. Herdman justru menempatkannya di sektor tengah, bahkan memberinya tanggung jawab lebih ofensif saat menghadapi Timnas Bulgaria di partai puncak yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Pada laga tersebut, Verdonk beroperasi sebagai gelandang serang atau nomor 10. Peran ini membuatnya menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini depan, sekaligus menjadi motor serangan tim. Kepercayaan itu dijawab dengan performa impresif yang menuai pujian langsung dari sang pelatih.
Baca Juga:Transfer-transfer Manchester United Siapkan Gebrakan: Incar Bintang Muda"Penerus Lamine Yamal"dan Bidik SandroTuchel Kecewa, Ben White Dicemooh Saat Inggris Ditahan Imbang Uruguay
Herdman menilai pemain berusia 28 tahun itu memiliki atribut lengkap sebagai pesepak bola modern. Tidak hanya kuat dalam bertahan, Verdonk juga dinilai cerdas dalam membaca permainan, memiliki kecepatan yang mumpuni, serta stamina yang mampu mendukung intensitas tinggi sepanjang pertandingan.
Menurut Herdman, kemampuan Verdonk dalam melihat celah umpan dan mengambil keputusan cepat menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam sistem permainan yang sedang dibangun. Ia menegaskan bahwa filosofi permainan tim menuntut para pemain untuk berani mengambil peran di area sentral, dan Verdonk mampu menjalankan tugas tersebut dengan sangat baik.
Transformasi posisi yang dilakukan terhadap Verdonk juga mencerminkan pendekatan taktis Herdman yang fleksibel. Ia berusaha memaksimalkan potensi pemain dengan menempatkan mereka di posisi yang bisa memberikan dampak lebih besar bagi tim, meskipun bukan posisi naturalnya.
Lebih jauh, Herdman mengisyaratkan bahwa Verdonk berpotensi menjadi bagian kunci dalam rencana jangka panjang Timnas Indonesia. Perannya di lini tengah dianggap vital, terutama dalam mengatur tempo permainan dan menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan.
Dalam pertandingan melawan Bulgaria, Indonesia memang gagal meraih kemenangan. Namun, Herdman melihat adanya perkembangan signifikan dalam penguasaan lini tengah. Ia menyebut bahwa kombinasi pemain seperti Verdonk, Pelupessy, dan Tjoe-A-On mampu memberikan kontrol permainan yang cukup dominan, bahkan saat menghadapi tim Eropa yang berpengalaman.
